Rindu Ketenangan Hati

354

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr Wb Bapak Kiai Dr H Ahmad Izzuddin MAg yang saya hormati. Saya adalah seorang pekerja di daerah Semarang Timur. Saya merantau disini sudah 3 tahun. Saya ingin bertanya. Mengapa di bulan ramadhan ini hati saya merasa tidak tenang? Padahal saya sudah semaksimal mungkin menjalankan salat, puasa dan juga tadarus. Apakah benar hati saya telah mengeras?

Harlianor, 08574074XXX di Semarang

Waalaikumsalam Warahmatullah Bapak Harlianor yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Terima kasih atas pertanyaannya. Perlu diketahui terlebih dahulu, termasuk bagian orang yang yang beruntung adalah sekali orang-orang yang senantiasa merasa gelisah ketika dirinya lepas dari menyebut asma Allah sehingga hatinya merasa resah dan gundah ketika jauh dari Allah. Sungguh beruntung sekali, orang-orang yang selalu dikembalikan ke jalan Allah manakala ia salah dalam melangkah.

Memang, ketenangan hati, kebahagiaan, ketentraman, dan kesuksesan hidup adalah hal yang selalu didambakan oleh setiap manusia. Berbagai cara akan dilakukan demi mendapatkannya, meskipun terkadang terasa berat untuk dapat dilalui.

Sebagai tirakat agar dapat menjadi hamba Allah yang taat, tentu kita akan selalu berusaha mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sudah menjadi hal wajib, semestinya perintah Allah seperti salat, puasa, tadarus dan ibadah lainnya haruslah dipenuhi dan dilaksanakan. Segala larangan agama juga harus ditinggalkan sebagaimana yang saudara usahakan demi mendapat ketenangan hati untuk menjalani kehidupan ini.

Memang hidup di dunia tidak akan pernah lepas dari problematika kehidupan. Satu masalah terselesaikan, muncul masalah lain dan seterusnya. Yang terkadang kita tidak akan pernah tahu kapan kita lepas dari semua itu. Terkadang pula karena satu masalah sepele yang tidak sadari, munculah ketamakan, kerakusan dan keserakahan yang membuat kita lepas kontrol dan akhirnya hati kita terasa mengeras.

Tapi yakinilah bahwa sesungguhnya Allah adalah dzat Yang Maha Rahman dan Rahiim. Sekiranya ada beberapa resep yang muncul dari Alquran seperti berikut, sehingga kita mendapat ketenangan hati yang selalu tebatas dari rasa kekhawatiran. Pertama, perbanyaklah dzikir kepada Allah, selalu ingat kepada Allah dan hadirkan nama Allah di dalam hati dan sebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan, sebagaimana dalam QS Ar-Ra’dl : 28.

Kedua, yakinlah bahwa pertolongan Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Ketiga, perlihatkan bukti kekuasaan Allah. Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adalah karena manusia seringkali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, akibatnya ketika dia tahu ada kelemahan pada dirinya maka dia menjadi takut dan tidak tenang. Tapi ketika dia yakin bahwa tidak ada daya dan upaya melainkan hanya milik Allah, inilah yang akan menjadikan jiwa tenang. Keempat, bersyukurlah atas kenikmatan yang telah diberikan Allah. Setiap hari rasa syukur itu bertambah dan terus bertambah. Dan yang kelima adalah perbanyak tilawah, tasmi’ dan tadabbur qur’an.

Akhirnya, yang menjadi tangung jawab kita bersama adalah memantapkan ketenangan dalam jiwa dalam diri kita masing-masing, sehingga kehidupan ini dapat kita jalani dengan sebaik-baiknya. Dalam konteks apapun, dalam keadaan apapun, ingatlah bahwa kita milik Allah, dan kita pasti kembali kepadaNya. Wallahu A’lam, sekian jawaban dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*)