Racikan Kopi Terbaik dari Coffee and Beyond Cafe

Best Coffee Shop

685
RECOMMENDED : Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi didampingi GM Radar Semarang Iskandar saat menyerahkan plakat Culinary Award kepada pemilik cafe Coffee and Beyond Pekalongan. INZET : Direktur Baehaqi menempelkan stiker sebagai tanda Cofee and Beyond adalah café recommended. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
RECOMMENDED : Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi didampingi GM Radar Semarang Iskandar saat menyerahkan plakat Culinary Award kepada pemilik cafe Coffee and Beyond Pekalongan. INZET : Direktur Baehaqi menempelkan stiker sebagai tanda Cofee and Beyond adalah café recommended. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM – ADA coffee shop dengan racikan kopi terbaik di Kota Pekalongan, yang patut dicoba. Namanya Coffee and Beyond Café. Lokasinya di Jalan Diponegoro Nomor 15, Pekalongan Utara. Produk yang paling recommended adalah espresso atau kopi murni tanpa gula atau campuran lain.

Tempatnya pun cozy dengan balutan konsep industrial. Hampir berusia 3 tahun, cafe ini sukses mendapat gelar Best Coffee Shop di Karesidenan Pekalongan. Karena bisa menyajikan kopi dengan cara menarik dan beda, dari orang yang dulu tidak mengenal kopi malah kini jadi penggemar kopi.

“Dulu sangat susah mengajak orang suka hot coffee tanpa gula. Butuh waktu dan perkenalan. Namun bersyukur kini malah menjadi gaya hidup dan banyak penggemarnya,” ucap Graciani, owner Coffee and Beyond.

Bisnis yang dijalani Graciani, berawal dari hobi ngopi dan melihat di Kota Pekalongan belum ada coffee shop. Akhirnya ia memutuskan mendirikan coffee shop dengan semangat ingin membawa kopi sebagai alat silaturahmi  dan gaya hidup baru untuk bergaul.

“Seperti nama cafe kami Coffee n Beyond, kopi tanpa batas. Harapanya dengan minum kopi bersama akan lebih akrab tanpa batasan,” jelasnya saat ditemui Radar Semarang.

Diceritakan Graciani, sejak berdiri 1 juli 2015 lalu, penjulan kopi masih belum sesuai harapan. Karena tren orang minum kopi hitam murni tanpa gula belum populer. Masih banyak yang pesan kopi dingin atau es, dengan berbagai campuran rasa manis dan susu.

Meski begitu, Graciani terus mempromosikan cita rasa kopi asli tanpa campuran (edpresso) racikannya. Agar semakin menarik, pembuatannya langsung di hadapan pengunjung. Ia mengenalkan sensasi baru dalam menikmati kopi.  Cara itu ternyata cukup berhasil.

“Awalnya kita buka malah kebanyakan orang nongkrong, namun coba kita ajak ngopi. Berawal pesan ice coffee dan sejenisnya, hingga akhirnya pengunjung mulai memesan kopi andalannya,” kenangnya.

Ditambah dengan sajian kopi dan nuansa cafe Beyond and Coffee yang menang cozy membuat pengunjung betah.

“Yang ingin kami tonjolkan adalah biji kopi kita roasting sendiri. Bahkan kami juga punya base roasting sendiri yang tidak ditemukan di tempat lain. Jadi pasti special,” ujarnya.

Terkait jenis kopi yang digunakan, Graciani menggunakan Arabia. Mereka juga bangga dengan produk lokal, salah satu kopi andalan adalah Dari Gunung Tilu Jawa Barat, yaitu varietas Sigara Rutan.

“Saya yakin walaupun bahan kopi sama belum tentu rasa sama, karena setiap tangan barista punya khas sendiri,” tandasnya.

Namun pihaknya juga tetap menyediakan berbagai jenis kopi, baik dari seluruh nusantara, sampai kopi impor dari berbagi negara. Namun kembali soal selera, hampir sebagian besar konsumen lebih memilih kopi lokal berkualitas super.

“Kami bertekad mengangkat kopi di tempat yang tepat dan berkelas di Pekalongan, juga menjadikan kopi sebagai sarana silaturahmi bahkan bisnis,” harapnya. (han/zal)