Program Stop BABS Temui Kendala

91

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Upaya Pemkab Semarang mendorong warganya menuju capaian nol persen Open Defecation Free (ODF) atau terbebas dari BABS (Buang Air Besar Sembarangan) menemui sejumlah kendala terutama di sekitar danau Rawapening.

Meski demikian, Pemkab Semarang menargetkan tahun ini seluruh desa kelurahan di Kabupaten Semarang bisa bebas dari BABS. Bupati Semarang Mundjirin mengatakan sejumlah desa di sekitar danau Rawapening masih kesulitan dalam membuat jamban atau toilet.

Sehingga masih ada sebagian warga yang melakukan BABS di sungai karena warga kesulitan dalam membuat septic tank. “Daerah di sekitar Rawapening yang lebih rendah, septic tank akan cepat berubah menjadi sumur dan cepat penuh oleh air,” kata Mundjirin, kemarin.

Ia juga mencontohkan di Desa Ngrapah Banyubiru yang juga tidak bisa membangun septic tank, karena kotoran selalu keluar dari lubang yang digali tersebut. “Kita sedang pikirkan bagaimana konstruksinya yang sesuai,” katanya.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang ada program yang dikenal dengan istilah seratus kosong seratus.

Melalui program tersebut, dikehendaki seluruh masyarakat memiliki akses air bersih 100 persen, nol kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi atau bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2019. “Kita sekarang lagi memprogramkan bagaimana seratus nol seratus ini berhasil,” katanya.

Di 2018 ini Pemkab Semarang akan membangun fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) senilai Rp 3,5 miliar.“Ini bentuk komitmen pemkab untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang tercatat masih ada 7.391 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Semarang yang masih melakukan BABS. Dinkes menggandeng pengusaha dan organisasi profesi kesehatan untuk membantu mempercepat capaian open defecation free (ODF) atau bebas dari BABS pada akhir 2018. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Ani Rahardjo mengungkapkan kumlah KK yang telah mengakses jamban sehat permanen ada 225.472 KK.

“Pengguna jamban semi permanen 41.664 KK, dan masih ada 7.391 KK yang melakukan BABS. Khusus di wilayah 27 kelurahan, dari sekitar 61.000 KK masih ada 2.000 KK yang melakukan BABS,” katanya. (ewb/bas)

Silakan beri komentar.