33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Pastikan Infrastruktur Nyaman Untuk Pemudik

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan jalur mudik di wilayahnya bisa dilalui pemudik dengan nyaman. Baik jalur utama maupun alternatif.

Kepastian itu disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri apel gelar pasukan operasi Ketupat Candi 2018 di Jalan Mandurorejo, Rabu (6/6).

“Masyarakat yang akan melewati Kabupaten Pekalongan, dipastikan semua jalan sudah dalam kondiis baik dan mulus. Untuk itu pemudik, bisa memanfaatkan rest area dengan membeli produk unggulan kita, yaitu batik,” tegas bupati.

Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan, merupakan titik lelah bagi pemudik yang datang dari Jakarta atau Surabaya, karena letaknya di tengah, yakni 425 kilometer ke Surabaya dan 435 kilometer ke Jakarta.

Untuk itu Pemda memback-up jalannya operasi Ketupat Candi 2018. Tidak hanya di pantura saja yang menjadi titik sentral, tetapi juga di daerah-daerah lain seperti daerah atas menjadi konsentrasi pantauan, yakni dengan menyiapkan pemadam kebakaran dan lain-lain.

“Kami persiapkan terutama jajaran Dinas Perhubungan, Kesehatan, Perdagangan dan lain-lain. Prinsip Kabupaten Pekalongan siap untuk dilalui oleh para pemudik. Mudah-mudahan para pemudik yang melalui Kabupaten Pekalongan merasa nyaman, aman, dan bisa membeli oleh-oleh khas Pekalongan,” kata Asip.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, menjelaskan, jumlah personel yang dilibatkan dalam operasi Ketupat Candi 2018 sebanyak 358 personel. Mereka akan bertugas mulai tanggal 7 hingga 24 Juni 2018, untuk mengamankan dan membantu kelancaran pemudik.

Menurutnya, ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam hal kerawanan ini, yaitu persediaan pangan, kelancaran dan keselamatan pemudik, antisipasi adanya mafia pangan dan terorisme.

“Kemacetan pantura selama arus mudik biasa terjadi di sepanjang Wiradesa. Karena di Wiradesa ada pasar, jembatan, traffic light, hotel dan lain-lain yang terhubung dengan Kota Pekalongan. Kemudian, antrean di SPBU Kauman Wiradesa, perlu diantisipasi. Ketiga, kita fokuskan di jalan tol. Walaupun tidak ada rest area di Kabupaten Pekalongan, namun untuk mengantisipasi adanya kerusakan mobil seperti mogok, ban bocor dan lain-lain, kita siapkan Pos di Bojong,” jelas Kapolres. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tarif Tinggi agar Tak Jadi Tempat Penitipan

MANAGER Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Edy Koesyowo, mengatakan jika pengelolaan lahan parkir di wilayah Daop 4 Semarang diserahkan kepada...

Ikadin Ajak Tolak Hoax dan Lawan Isu SARA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah mengajak masyarakat bersama melawan hoax dan isu Suku, Agama, Ras dan Golongan...

Sinergikan Tiga Unsur

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 350 personel tiga unsur yaitu Pemda-TNI-Polri, bersinergi dan berbuka puasa bersama di Mako Polres Magelang Kota, Sabtu (2/6) lalu. Acara...

Wali Kota Pekalongan Meninggal

PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal. Wali kota yang akrab disapa Alex ini ditemuka tidak sadarkan diri di dalam kamar, setelah...

Penularan Sriracha untuk Tim Sukses

Oleh: Dahlan Iskan Sebelum berangkat, David Tran bikin keputusan bulat: keluarganya dibagi empat. Sama-sama mengungsi.Meninggalkan Vietnam. Tapi tidak boleh berangkat dalam satu perahu. Di tahun...

Politik Itu Keren

YOLANDA Sirappa mengaku mulai menyukai politik sejak kuliah di jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW). “Awalnya saya tidak suka dengan politik,...