DIMUSNAHKAN : Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan bersama Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memimpin pemusnahan ribuan liter minuman keras (miras) dan ratusan knalpot jambrong, Rabu (6/6). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
DIMUSNAHKAN : Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan bersama Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memimpin pemusnahan ribuan liter minuman keras (miras) dan ratusan knalpot jambrong, Rabu (6/6). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 2.024,9 liter minuman keras, ribuan botol beserta seratus knalpot jambrong, dimusnahkan jajaran Polres Magelang Kota di Asrama Polisi Ganten, Rabu (6/6). Pemusnahan tersebut sebagai hasil operasi cipta kondisi yang ditingkatkan oleh jajaran Polres Magelang Kota menjelang operasi ketupat candi 2018.

Ribuan botol dan ribuan liter miras jenis ciu tersebut dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam lubang berkedalaman sekitar dua meter. Sedangkan knalpot jambrong dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan stoomwalls. “Jumlah miras yang dimusnahkan tersebut dari berbagai merek dan ukuran, baik yang dimasukkan dalam kemasan botol dan ratusan bungkus plastik ciu serta 25 jeriken ciu masing-masing berisi 30 liter,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Dharmawan.

Polres juga memusnahkan sebanyak 100 buah knalpot sepeda motor jambrong yang disita dari para pengendara sepeda motor yang melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penggunaan knalpot jambrong, menurut Kristanto, dinilai sangat menganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat karena membuat suara bising.

Kemarin, Polres Magelang Kota juga menggelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 di Alun-Alun Kota Magelang. Polisi memfokuskan pengawasan terhadap tiga titik rawan kecelakaan yang ada di Kota Magelang menjelang arus mudik dan arus balik. Tiga titik jalan tersebut yaitu Jalan A Yani, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Jenderal Soedirman.

“Ketiga titik jalan tersebut merupakan rawan kecelakaan, karena kondisi jalan yang luas, serta lurus. Sehingga dengan kondisi jalan yang demikian, para pengendara kendaraan bermotor akan melajukan kendaraan dengan cepat,” kata Kristanto.

Untuk pengamanan arus mudik dan arus balik, Polres Magelang Kota mengerahkan 296 personel. Selain itu, masih ditambah unsur TNI sebanyak 30 orang, Dinas Perhubungan Kota Magelang (15 orang), Satpol PP (30 orang), Linmas (20 orang), petugas pemadam kebakaran (8 orang), Saka Bhayangkara (15 orang), Orari/Rapi (30 orang) dan PMI/Dinas Kesehatan Kota Magelang (12 orang).

Di Wonosobo, gelar pasukan berlangsung di halaman Gedung Sasana Adipura. Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras mengatakan, pelayanan terhadap masyarakat harus diutamakan. Masyarakat diminta waspada terhadap masalah keamanan.

“Waspadai terorisme yang semakin meningkat, pengamanan tempat ibadah, objek vital yang harus kita amankan tentunya perlu koordinasi dengan instansi terkait,” katanya.

Sementara jajaran Polres Magelang akan menyiapkan 13 pos selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menuturkan, pos tersebut terdiri dari 7 pos pengamanan, 5 sub pospam dan 1 pospam terpadu. Pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, titik-titik rawan kemacetan dan memetakan daerah rawan kecelakaan. Pos pengamanan di objek vital, termasuk beberapa objek wisata di Magelang juga disiapkan. “Kami berpesan kepada semua pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat untuk lebih cermat mengecek kondisi kendaraan sebelum berpergian dan jika mengantuk dalam perjalanan mohon bisa istirahat di pos yang kita sediakan,” kata Hari di Lapangan drh Soepardi Sawitan Kota Mungkid, Rabu (6/6) pagi. (had/ali/san/ton)