Harga Kebutuhan Pokok Naik 15 Persen

149
PANTAU HARGA : Tim Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan, memantau harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Bojong, Kabupaten Pekalongan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU HARGA : Tim Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan, memantau harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Bojong, Kabupaten Pekalongan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepuluh hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, beberapa harga bahan pokok di pasar tradisonal mulai naik. Seperti harga gula pasir, telur, beras, sayuran hingga daging ayam dan sapi. Semua harga naik hingga di atas 15 persen.

Kenaikan harga bahan pokok tersebut karena meningkatnya permintaan konsumen, sedangkan bahan pokok seperti sayuran dan lainnya belum ada penambahan pasokan.

Adapun beberapa harga bahan pokok yang mengalami kenaikan, beras medium semula Rp 9.500 naik menjadi Rp. 10.500, telur ayam dari Rp 19 ribu per kilogramnya menjadi Rp 23 ribu, sedangkan cabe merah dari harga semula Rp 22 ribu menjadi Rp 32 ribu. Demikian juga dengan bawang menjadi Rp 34 ribu, semula semula Rp 24 ribu per kilogramnya.

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Bojong, Nurul Huda, mengungkapkan naiknya beberapa harga bahan pokok khusunya cabe merah dan bawang, lebih disebabkan meningkatnya permintaan dari konsumen, serta adanya kenaikan harga dari pemasok.

Menurutnya kenaikan beberapa bahan pokok tersebut masih dalam batas kewajaran, karena kenaikannya masih sama dengan harga tahun lalu menjelang Lebaran. Kenaikan itu pun sifatnya hanya sementara, ketika usai Lebaran pun harga akan turun kembali.

“Naiknya masih wajar antara Rp 1000 hingga Rp 3000, hanya cabe merah dan bawang merah saja yang kenaikannya diatas Rp 5 ribu per kilogramnya,” ungkap Huda.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, usai mengikuti operasi Ketupat Candi 2018 menjelaskan bahwa pihaknya sudah membentuk tim satgas mafia pangan. Tugasnya memantau dan mengecek harga kebutuhan bahan pangan pokok di sejumlah pasar-pasar tradisional.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi UMKM, Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo, menjelaskan bahwa kenaikan beberapa bahan pokok masih dalam batas kewajaran, karena meningkatnya permintaan dari konsumen di pasar.

“Kenaikanya masih batas kewajaran karena menjelang Lebaran, persediaan akan barang sembak, dan daging serta telur ayam juga masih berlimpah, jadi tidak ada yang harus dikhawatirkan, masyarakat pun seharus berbelanja tidak berlebihan,” tegas Dewi.(thd/zal)