BTPN Genjot Pemberdayaan UMKM

481

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) kini menggenjot sektor teknologi digital di sektor Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu sejalan dengan fokus BTPN yang fokus melayani dan memberdayakan segmen masyarakat pensiunan, pelaku UMKM dan komunitas prasejahtera produktif.

Daya Head BPTN, Andrie Darusman mengatakan bahwa nasabah tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Tapi membutuhkan pelatihan dan pendampingan agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Karena itulah, sejak 2011, BTPN mengembangkan program pemberdayaan berkelanjutan melalui Program Daya. “Program Daya ini menjadi unique value proposition (UVP) yang membedakan BTPN dengan bank lain,” katanya saat ditemui di acara buka bersama bareng wartawan, Selasa (5/6) kemarin.

Pihaknya melakukan inovasi melalui produk-produk baru berbasis digital. Sedangkan transformasi digulirkan dengan mengubah konsep pelayanan nasabah dari bank-centric menjadi customer-centric. Perubahan tersebut tercermin pada penggunaan platform digital (digitalisasi) dalam existing business.

“Melalui www.daya.id, Program Daya dapat diakses secara digital agar aktivitas pelatihan dan pendampingan nasabah dapat semakin luas dan efektif. Disini nasabah bisa mengakses informasi seputar usaha dan kesehatan dengan cepat dan mudah sesuai skala bisnis dan kebutuhan nasabah,” ucapnya.

Dengan adanya platform digital, lanjut dia, nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang mengikuti pelatihan. Para nasabah cukup mengakses berbagai informasi, kiat, dan pelatihan melalui situs yang ada. “Dalamnya juga ada pelatihan online dalam bentuk video singkat dan slide presentasi. Selain itu ada fitur yang ahli, peluang usaha bisnis waralaba dan banyak lainnya,” bebernya.

Meski baru dikenalkan akhir tahun lalu, dirinya optimistis dengan adanya edukasi dan fasilitator lapangan, pelaku usaha bisa belajar cara beroganisasi, mengelola keuangan dan pemasaran. “Secara umum, platform ini memberdayakan masyarakat. Secara nasional, kini user aktif mencapai 2.000 orang,” paparnya. (den/ida)