Sajikan Kuliner Sehat hingga Sharing Berbagai Tips

Melongok Kegiatan Pasar Sehat Semarang

137
MENYEHATKAN: Pengunjung saat memilih sayur dan menu-menu organik yang ditawarkan dalam Pasar Sehat. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
MENYEHATKAN: Pengunjung saat memilih sayur dan menu-menu organik yang ditawarkan dalam Pasar Sehat. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

Gaya hidup sehat sudah menjadi bagian dari masyarakat. Pasar Sehat pun hadir guna memfasilitasi para pelaku usaha terkait bidang tersebut maupun masyarakat yang membutuhkan sayuran, buah, hingga sajian kuliner dengan pengolahan yang mengutaman sisi kesehatan. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

RADARSEMARANG.COM – AREA parkir Basilia Café & Dine di kawasan Jalan Menteri Supeno ramai dipadati pengunjung pada Minggu pagi lalu. Ya, mereka tampak antusias memilih dan membeli beragam sajian sehat yang ditawarkan oleh para peserta Pasar Sehat.

Setidaknya lebih dari sembilan stan yang hadir dalam Pasar Sehat kali ini. Di antaranya Sayur Organik Merbabu yang menjual aneka sayuran organik, Little Organic Kitchen yang menyediakan aneka minuman dari sari bunga dan buah, Ibu Organik dengan aneka kuliner nikmat yang bebas pengawet maupun penyedap rasa. Ada juga pecel sehat ala Pecel Oeleg Ning Halimah atau gluten free Pempek dari Kampoong Palis Food, serta sejumlah tenant lain dengan produk-produk yang tak kalah nikmat dan sehat.

Selain menyicipi menu-menu sehat yang ditawarkan, melalui interaksi dengan para tenant, pengunjung juga mendapatkan berbagai informasi. Mulai dari tips penanaman organik sampai pewarnaan makanan menggunakan bahan-bahan alami.

“Salah satu keunggulan sayur organik, tidak terdapat pestisida yang menempel. Salah satu cirinya, tidak semua bagian mulus. Misalnya, di bagian daun ada sedikit bolong-bolong. Nah, itu artinya sudah dites oleh alam, yaitu ulat dan lain sebagainya. Karena kalau pakai pestisida, biasanya hewan-hewan tersebut tidak doyan,” jelas pemilik lapak SOM, Shofyan Adi saat menerangkan pada sejumlah pembeli yang penasaran kelebihan dan cara membedakan sayur organik.

Salah seorang penggagas Pasar Sehat, Nia Nurdiansyah, mengungkapkan, Pasar Sehat ini mulai dirintis sejak tahun lalu. Berawal dari sejumlah komunitas yang terdiri atas para penggemar menu-menu berbahan baku organik, gluten free dan dengan proses pengolahan yang memanfaatkan bahan-bahan alami.

“Saat itu, keluhan kami hampir sama, agak kesulitan dalam mencari bahan-bahan organik untuk menu-menu yang kami gemari. Bahkan, ada beberapa yang sampai berburu ke luar kota,”ujarnya.

Dari situ tercetus ide untuk mencari para pelaku usaha yang bergerak di bidang ini. Dikumpulkan dan pada hari-hari tertentu berjualan di satu titik dalam wadah Pasar Sehat. Sehingga, para penggemar sayur organik dan menu-menu sehat lainnya lebih mudah untuk mendapatkannya. Selain itu, meskipun sebagian dari peserta telah memiliki sistem pemasaran dan aktif di media sosial, dengan adanya Pasar Sehat ini, mereka juga dapat lebih dikenal oleh masyarakat.“Sambutan masyarakat ternyata juga cukup baik. Karena itu, kami berupaya untuk konsisten menyelenggarakan Pasar Sehat ini setidaknya sebulan sekali,”katanya.

Ke depan, selain memfasilitasi para pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan bahan-bahan tersebut, juga akan diadakan sejumlah workshop.

“Syukurnya para peserta di sini juga tidak pada pelit ilmu. Sehingga ke depan juga kami ingin sisipi dengan berbagai workshop. Entah cara membuat kue, tempe, edukasi perawatan tanaman organik dan lain sebagainya,”ujarnyta. (*/aro)

Silakan beri komentar.