DETEKSI BOM: Petugas Unit Satwa Polrestabes Semarang didampingi Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, Dwi Erni Ratnawati, saat melakukan patroli dengan anjing pelacak. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DETEKSI BOM: Petugas Unit Satwa Polrestabes Semarang didampingi Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, Dwi Erni Ratnawati, saat melakukan patroli dengan anjing pelacak. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDIK JALUR LAUT: Ribuan pemudik dari Kumai dan Sampit, Kalimantan Tengah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan Kapal Egon dan Kelimutu. (NURCHAMIM/JAW APOS RADAR SEMARANG)
MUDIK JALUR LAUT: Ribuan pemudik dari Kumai dan Sampit, Kalimantan Tengah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan Kapal Egon dan Kelimutu. (NURCHAMIM/JAW APOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mengantisipasi terjadinya aksi teror selama masa angkutan Lebaran 2018, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang mengerahkan 6 ekor anjing pelacak dari Unit Satwa K9 Polrestabes Semarang.  Anjing pelacak tersebut difokuskan untuk mendeteksi adanya bahan berbahaya, seperti bahan peledak.

“Anjing pelacak tersebut disiagakan di stasiun kelas besar, seperti Stasiun Tawang dan Poncol Semarang,” kata Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, Dwi Erni Ratnawati  usai melakukan gelar pasukan posko angkutan Lebaran 2018 di halaman Stasiun Tawang, kemarin.

Dwi mengatakan, masa angkutan Lebaran untuk moda transportasi kereta api dimulai sejak 10 hari menjelang sampai 10 hari sudah Lebaran atau 5 Juni hingga 26 Juni 2018. “Selama 22 hari tersebut, PT KAI terus memaksimalkan pengamanan di objek vital, salah satunya stasiun kereta api di wilayah Daop 4 Semarang ini,” ujarnya.

Dikatakan, di wilayah PT KAI Daop 4 ini, disiagakan 574 personil gabungan dari keamanan internal dan dari unsur TNI/Polri.  Personil tersebut akan difokuskan pada pengamanan di dalam stasiun, di atas kereta api, serta sepanjang jalur kereta api. Juga pengamanan aset vital yang terkait dengan operasional perjalanan kereta api.

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan 4  titik rawan bencana, seperti banjir dan tanah longsor di sepanjang jalur kereta yang masuk wilayah Daop 4 Semarang. Seperti di wilayah Krengseng-Plabuhan, Plabuhan-Kuripan, Kedungjati-Karangsono dan Stasiun Tawang-Stasiun Alastuwa.

“Mengantisipasi dampak kerawanan bencana tersebut, kami telah menyiapkan alat material untuk siaga (amus) di sejumlah stasiun. Seperti di Tegal, Pekalongan, Tawang Semarang, Gundi dan Cepu,” tambahnya.

Sementara itu, aparat kepolisian dan instansi pemerintah akan terus berupaya memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran. Di Kota Semarang, nantinya akan terdapat 19 pos untuk pengamanan dan pelayanan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menjelaskan, pos pengamanan dan pelayanan tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh Polri sendiri, akan tetapi juga melibatkan instansi lainnya dari pemerintah setempat, termasuk Dinas Perhubungan.

“Kami melibatkan kawan-kawan dari TNI, Dinas Kebakaran, Basarnas, Bina Marga, Jasa Marga, Perhubungan. Semua  dilibatkan dalam kegiatan pengamanan ini,” ungkapnya saat di Mapolrestabes Semarang, Selasa (5/6). Dikatakan, dari 19 pos  pengamanan dan pelayanan, pos unggulan dipusatkan di Manyaran, dekat pintu tol Krapyak.

Di sisi lain, ribuan pemudik dari Kumai dan Sampit, Kalimantan Tengah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan Kapal Egon dan Kelimutu, Selasa (5/6).

CEO Pelindo III Regional Jawa Tengah, Ardi Wahyu Basuki, mengatakan, di Indonesia ada sebuah tradisi lebaran yang dilakukan setiap tahunnya dan permasalahan yang selalu muncul jumlah jalannya tetap dan pemudik selalu bertambah jumlah. “Untuk itu, kami mencoba sesuatu yang berbeda, dan kegiatan ini merupakan tahun ketiga yang telah dilakukan,” katanya.

Dikatakan, tahun kemarin, Pelindo III menghadle sebanyak 2.500 orang, sedangkan tahun ini ditambah menjadi 4.500 orang.  Sedangkan untuk total Pelindo III untuk Surabaya dan Semarang berjumlah 14.000 calon penumpang dan Kota Semarang  sebanyak 30 persen dari jumlah total tersebut yang dihandle penumpang  oleh Pelindo III.

“Di Pulau Jawa sendiri, ada dua yakni di Kota Semarang dan Surabaya. Khusus Kota Semarang menerima penumpang kapal Pelni yang datang dari Kumai dan Sampit, dan ke depannya pelayanannya akan ditingkatkan, dan yang penting tahun ini bisa melaksanakan kegiatan dengan baik dan lancar. (hid/den/hid)