Petakan TPS Rawan

248
M Habib Saleh (IST)
M Habib Saleh (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Magelang tengah melakukan mitigasi dan deteksi dini kerawanan pemilu. Peta kerawanan nantinya disusun hingga ke level tempat pemungutan suara (TPS).

“Masih dalam proses penelitian, sekarang baru sampai level kecamatan. Nanti akan kita launching besok tanggal 24 Juni,” ucap Ketua Panwaskab Magelang, M Habib Saleh, Selasa (5/6).

Habib menjelaskan, tujuan penyusunan TPS rawan ini untuk memetakan kerawanan sebagai langkah untuk mengurangi potensi kerawanan. Menyediakan data analisis untuk menyusun strategi pencegahan pelanggaran dan mengukur tingkat kesiapan pengawas pemilu.

“Ada tiga variabel dengan 13 indikator TPS rawan. Yakni menyangkut akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih, politik uang, netralitas KPPS, pemungutan suara, dan kampanye,” paparnya.

Habib menegaskan, untuk melakukan pengawasan hinggal level desa, pihaknya telah mengukuhkan sebanyak 2.629 pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) se-Kabupaten Magelang. Pelantikan kepada 2.629 PTPS tersebut dilakukan secara serentak oleh Ketua Panwascam di masing-masing kecamatan, Senin (4/6) sore.

“Kami meminta kepada PTPS untuk menjunjung tinggi independensi, menjaga netralitas, baik dalam ucapan maupun tindakan. Bagi seorang pengawas pemilu netralitas adalah harga diri dan kehormatan. Kita harus netral sejak dalam pikiran,” tandasnya.

Habib menambahkan, tahapan kampanye saat ini memasuki masa krusial. Selama 23 hari ke depan ada banyak potensi kerawanan berupa penyalahgunaan tempat ibadah untuk kampanye. Kemudian keterlibatan ASN, kades dan perangkat desa dalam kampanye, politik uang, kampanye terselubung melalui zakat, infak dan sedekah, kampanye di hari tenang, pelanggaran APK dan bahan kampanye.

“Untuk meminimalisasi pelanggaran tempat ibadah untuk kampanye selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, kami telah melayangkan surat edaran kepada takmir atau pengelola masjid se-Kabupaten Magelang,” pungkasnya. (san/lis)