Pasar Ikan Murah Diserbu Warga

253
PASAR IKAN MURAH: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat membuka pasar ikan murah di kecamatan Paninggaran. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PASAR IKAN MURAH: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat membuka pasar ikan murah di kecamatan Paninggaran. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pasar Ikan Murah yang digelar oleh Pemerintah Daerah, di Kantor Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Selasa (5/6) kemarin langsung diserbu oleh masyarakat sekitar Kecamatan Paninggaran.

Bahkan dalam kurun waktu satu jam semua sudah ludes dibeli oleh warga. Adapun Pasar murah kemarin menyediakan ikan segar dan ikan asin kering, dengan harga 50 persen dari harga pasaran. Pemda Pekalongan sendiri membagi 1000 kupon kepada masyarakat Paninggaran dengan potongan harga sebesar 50 persen.

Keberadaan pasar ikan murah tersebut, dinilai masyarakat sangat tepat karena menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1439 H, dimana kebutuhan masyarakat sangat tinggi, khusus kebutuhan akan asin.

Sudaryanto, 34, tokoh masyarakat Desa/Kecamatan Paninggaran, mengungkapkan bahwa kebutuhan ikan asin menjelang lebaran di Kecamatan Paninggaran sangat tinggi, terutama ikan asin jenis teri medan, ikan asin jambal roti, ikan asin bulu ayam dan ikan asin peda.

“Kalau ikan asin bulu ayam, digunakan untuk hajatan, setelah lebaran biasanya banyak hajatan, maka tak heran jika pasar murah ikan diserbu masyarakat, karena memang butuh dan harganya juga murah dari harga pasar umunya,” ungkap Sudaryanto.

Sementara itu, Bupati Asip Kholbihi, megatakan bahwa meski ikan bergizi tinggi, namun konsumsi makan ikan masyarakat Pekalongan, termasuk masyarakat Paninggaran masih sangat kurang yaitu baru 21 persen dari yang seharusnya 30 persen. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan, bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Dinas Perdagangan di bulan puasa ini, menggerakkan masyarakat untuk gemar makan ikan, terutama di Kecamatan Paninggaran dan Kandangserang.

“Hari ini adalah promosi gemar makan ikan di Kabupaten Pekalongan. Saat ini Kita membagikan 1.000 kupon kepada masyarakat dengan subsidi 50 persen. Kalau biasanya harga ikan Rp 10 ribu, maka hari ini kita jual Rp 5 ribu,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa ikan yang berasal dari daerah utara Kabupaten Pekalongan tersebut, diolah di wilayah Kedungwuni dan selanjutnya didistribusikan ke daerah Paninggaran dan Kandangserang. Sebaliknya nanti hasil perkebunan dari daerah ini, akan kita salurkan ke daerah perkotaan.

“Jadi ada distribusi silang. Ikan dari daerah Desa Jambean Wiradesa, beras nanti dari Sragi dan Bojong, kemudian sayuran dari daerah Paninggaran. Inilah yang disebut bagaimana kita menerjemahkan kemandirian pangan secara lokal di Kabupaten Pekalongan, dengan cara menukar/sirkulasi komoditas sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang yang murah dengan kualitas yang bagus,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)