Panwas Beri Teguran Keras Kadus

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Pelanggaran kampanye oleh perangkat desa kembali terjadi pada proses Pilkada Magelang 2018. Kali ini dugaan pelanggaran dilakukan oleh Kepala Dusun (Kadus) Slokopan Desa Sokorini Kecamatan Muntilan.

Kadus Slokopan, Fatkhuroyan, diduga melanggar karena menghadiri kampanye tatap muka pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut satu Zaenal Arifin-Edy Cahyana di RM Moroseneng Jl Yasmudi no 9 Muntilan, Senin (4/5) petang.

Ketua Panwascam Muntilan Faizatul Umayah menuturkan, kehadiran Fatkhuroyan dalam kampanye tatap muka tersebut mengindikasikan ketidaknetralannya selaku perangkat desa.

“Kami (Panwascam Muntilan, Red) telah  memanggil Fatkhuroyan untuk memberikan klarifikasi pada Selasa 5 Juni 2018 pukul 15.00,” ucap Faizatul, Rabu (6/6).

Dia menjelaskan, saat diklarifikasi oleh Panwas, Fathkuroyan mengakui dapat undangan atas nama Paguyuban Petani Tembakau (P3TM), bukan sebagai perangkat desa. Namun demikian, Fathkuroyan juga mengakui mengetahui acara tersebut adalah kampanye tatap muka dan akan dihadiri paslon.

Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwascam Muntilan, Surahman mengungkapkan,  fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Yakni Fatkhuroyan duduk di kursi nomor dua dari depan ketika acara kampanye tatap muka. “Kami sudah memiliki bukti dokumentasi berupa foto yang bisa dijadikan alat bukti,” ucap Surahman.

Lanjut dia, berdasarkan alat bukti yang ada, Panwascam Muntilan menyimpulkan Fatkhuroyan terbukti melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016, UU Nomor 6 Tahun Tahun 2014 tentang Desa. Atas dugaan pelanggaran ini, pelaku bisa terkena sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis dan bisa juga sampai pemberhentian.

“Berdasarkan hasil gelar perkara dan rapat pleno Panwascam Muntilan, kami memberikan teguran keras kepada Fatkhuroyan,” pungkasnya. (san/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -