33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Warga Weleri Ditangkap Densus 88

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris, Eko Purwanto.  Ia ditangkap usai membeli makanan untuk santap sahur di depan gerbang Desa Nawangsari, Weleri, Senin (4/6) sekitar pukul 04.14. Petugas juga menggeledah rumah kontrakan dan  rumah bekas milik terduga teroris tersebut.

“Penangkapan pagi tadi (kemarin),” kata Kapolsek Weleri, AKP Abdullah Umar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Umar mengatakan, saat ini terduga terorisme tersebut sudah diamankan oleh aparat kepolisian, namun bukan di Mapolres Kendal. “Setelah ditangkap, langsung dibawa ke Mabes Polri,” terangnya

Ketua RT setempat, Sumbowo, membenarkan Eko Purwanto adalah warganya. Namun ia telah pindah rumah, tapi masih satu desa di Nawangsari. “Pindah rumah, cuma beda kampung dan RT,” tuturnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara persis kejadian penangkapan itu.  Namun, menurutnya, penangkapan Eko adalah yang kali kedua. Sebelumnya, ia pernah dibawa oleh petugas Densus 88, kemudian dibebaskan karena dinyatakan tidak terlibat jaringan terorisme.

Wahyu Riyanti, 44, istri Eko Purwanto, mengaku kaget mendapati suaminya ditangkap Densus 88 terkait kasus terorisme.

Ia menceritkaan, kala itu setelah makan sahur, sang suami pamit mengantar makanan untuk anaknya. Namun saat ditunggu hingga matahari terbit, sang suami tak kunjung pulang.

“Saya juga hendak ke pasar membeli bahan makanan untuk dijual, Saya tunggu kok tak kunjung pulang, Niat saya minta dia menemani belanja,” akunya.

Sehabis dirinya pulang dari pasar, anggota Densus 88 mendatangi rumahnya dan memberi tahu kalau suaminya telah diamankan oleh pihak Densus 88. “Yang datang pakai preman dan banyak. Kemudian menggeledah seluruh rumah. Ditanyai mana barang milik suami saya, kemudian mereka membawa handphone suami saya,” jelasnya.

Riyanti menambahkan, dirinya dan Eko baru menikah 6 bulan lalu dan langsung mengontrak rumah di Perumahan Nawangsari Indah. Sebelumnya, ia dan Eko pernah menjalin hubungan suami istri, namun karena sesuatu, ia dan suaminya berpisah.

“Saya istri pertama, karena ada sebuah masalah kemudian kami berpisah 20 tahun yang lalu . Kemudian dirinya (Eko) menikah dengan istri kedua, namun istri keduanya telah meninggal dua tahun yang lalu. Baru November tahun lalu, saya pulang dari luar negeri, dan pada bulan Januari kemarin, kami rujuk,” paparnya.

Ia menceritakan, selama menikah dengan Eko, suaminya itu tidak menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan.  Ia justru aktif mengikuti kegiatan warga setempat. “Kalau ada kegiatan warga, dia ikut hadir. Seperti arisan warga, dirinya pasti mengikuti. Aktif jaga malam juga. Padahal dirinya yang paling tua saat jaga malam,” ungkapnya.

Riyanti mengaku tidak mengetahui masa lalu sang suaminya sebelum menikah kali kedua dengan dirinya. Ia berharap, suaminya tidak kenapa-kenapa saat diperiksa. Ia berdoa agar musibah ini bisa terselesaikan. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Spontan, Ganjar Sambangi Rumah Reyot

GROBOGAN-Perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu program yang digenjot Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Tak hanya mengandalkan data RTLH dari pemerintah daerah,...

Jateng Perlu Meniru Sulsel

SEMARANG – DPRD Jateng mengaku kagum dengan keberhasilan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam pengambilalihan kewenangan SMA/SMK. Semua itu tidak terlepas adanya kerja sama yang...

Kebun di Bumi yang Belum Jadi

Oleh: Dahlan Iskan Ini hanya bisa dilakukan oleh pemilik celana yang sakunya amat dalam. Seperti Grup Hartono, pemilik Grup Djarum itu. Sudah lima tahun terus...

Kualitas Udara Semarang Diambang Batas

SEMARANG- Kualitas udara di jalan protokol Kota Semarang sudah diambang batas. Sehingga harus mendapatkan perhatian serius. Hal itu disampaikan, Pakar hukum Untag Semarang, Dr...

413 Atlet Ambil Bagian

SEMARANG - Sebanyak 413 atlet bulutangkis usia pradini hingga pemain kelas veteran, ikut ambil bagian dalam kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis USM Lawang Sewu...

Ajak SKPD Danai Pembuatan Single Data

PEKALONGAN-Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, diajak patungan untuk pembuatan single data terpadu terkait kemiskinan di Kota Pekalongan....