Tol Fungsional Lewati Persimpangan Warga

347
PERSIMPANGAN: Jalan tol di Desa Kertomulyo masih berbatasan langsung dengan jalan desa, akibat flyover belum selesai dibangun. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIMPANGAN: Jalan tol di Desa Kertomulyo masih berbatasan langsung dengan jalan desa, akibat flyover belum selesai dibangun. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Penggunaan Jalur Tol Batang-Semarang yang belum jadi 100 persen sebagai jalur Fungsional Mudik Lebaran 2018 masih banyak kendala yang membahayakan pemudik. Pasalnya, tidak adanya pembatas jalan disisi kanan dan kiri jalan. Selain ada juga jalur tol yang berbatasan langsung dengan persimpangan warga.

Persimpangan tol dengan jalan warga berada di Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong, Kendal. Adanya persimpangan itu lantaran jembatan atau terowongan yang melintas di sana belum dibangun.

Rencanyanya jalan tol akan dibangun flyover atau layang sedangkan jalan warga dibangun dibawah atau over pass. Namun sampai sekarang belum jadi, sehingga sekarang ini warga setempat harus melintas tol ketika hendak bepergian.

Sunardi, warga Kertomulyo mengatakan jika jalan tersebut menghubungkan Desa Kertomulyo dengan Desa Tunggulsari, Brangsong. “Kami warga tidak tahu apakah nanti warga boleh menyeberang saat tol fungsional digunakan arus mudik. Jika tidak, maka warga tidak bisa beraktivitas karena ini satu-satunya jalur utama warga untuk menuju Brangsong,” tuturnya.

Namun saat ini, didekat lokasi persimpangan sudah dibangun pos pengamanan (pospam) pembantu. “Mungkin untuk petugas pengamanan jalan tol nantinya,”  jelasnya.

Kepala Desa Tunggulsari, Nur Cholis, mengatakan jika persimpangan tersebut ditutup aktivitas warga akan terganggu. Sebab warga Tunggulsari yang hendak menuju Desa Kertomulyo maupun sebaliknya, harus memutar. Jika saat ini jarakanya Cuma 500 meter. Maka jika memutar harus melalui lebih dari tiga kilometer.

“Yakni Warga harus melewati jalan inspeksi di sebelah utara Kali Aji hingga di Desa Blorok. Mereka terpaksa memutar sekitar tiga kilometer hingga empat kilometer. Selain itu kondisi jalan sebagian rusak parah,” jelasnya.

Jalan alternatif lain yakni masuk ke perkampungan warga hingga tembus di Kertomulyo. Namun, hanya bisa dilalui sepeda motor. Rute lainnya dan bisa dilalui kendaraan roda empat, yakni ke Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel. Warga juga harus memutar lebih jauh lagi,’’ tuturnya.

Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya, mengatakan, ruas tol fungsional di Desa Kertomulyo memang masih melalui persimpangan warga. Pihaknya mengantisipasi dan berkoordinasi dengan PT Waskita Karya agar menempatkan petugas untuk membantu mengatur arus lalu lintas di sana.

“Selain itu juga masih fungsional tol masih bahaya karena disisi kiri dan kanan jalan tidak ada pembatas jalan. Makanya ini juga perlu diantisipasi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan,” imbuhnya. (bud/bas)