Targetkan 100 Ribu Nasabah

143
BERBAGI DENGAN PENSIUNAN : Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso beserta Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto dan Kepala Biro Organisasi Pemprov Jawa Tengah Dyah Lukisari saat membagikan bingkisan untuk pensiunan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAGI DENGAN PENSIUNAN : Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso beserta Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto dan Kepala Biro Organisasi Pemprov Jawa Tengah Dyah Lukisari saat membagikan bingkisan untuk pensiunan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bank Mandiri Taspen (Mantap) pada tahun 2018 ini menargetkan jumlah nasabah bisa mencapai 100 ribu orang. Tahun lalu tercatat hanya ada 59 ribu nasabah yang merupakan pensiunan dari PNS, TNI dan Polri.

“Sampai April tahun ini, kami sudah memiliki 71,7 ribu nasabah di seluruh Indonesia. Tahun ini diharapkan bisa naik menjadi 100 ribu nasabah,” kata Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K. Triprakoso saat penyerahan bingkisan dan buka bersama dengan perwakilan pensiunan di kantor Bank Mantap cabang Semarang, Senin (4/6).

Ia menerangkan, berbagai program diberikan kepada para pensiunan untuk tetap berkarya. Salah satunya dengan program mantap aktif, mantap sehat dan mantap sejahtera, yakni pemeriksaan kesehatan secara gratis saat mengambil dana pensiun, pelatihan membuat handycraft, budi daya lele dan lainnya. “Tahun ini kami akan menambah 120 jaringan berupa kantor kas, cabang pembantu yang lainnya, total saat ini sudah ada jaringan kantor sebanyak 187 di 28 provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang tumbuh sebesar 86,5 persen atau di angka Rp 15,3 triliun dari realiasi tahun lalu sebesar Rp 10,5 triliun. Sampai Mei 2018, lanjut dia, total aset yang dimiliki mencapai Rp 17,06 triliun atau tumbuh 78,5 persen. “Dana pihak ketiga mencapai Rp 12,86 triliun atau tumbuh 66,2 persen, sementara penyaluran kredit berkisar Rp 12,73 triliun atau meningkat 78 persen,” paparnya.

Khusus penyaluran kredit pensiunan sampai akhir bulan lalu, mencapai Rp 10,99 triliun dengan persentase tumbuh sebesar 128,3 persen. Laba bersih perusahaan sebesar Rp 134,1 miliar atau naik 147,5 persen dibandingkan periode sebelumnya. (den/ton)

Silakan beri komentar.