Pemprov Mudahkan Investasi Sapi di Batang

150
CEK – Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat meninjau kandang sapi milik PT KPS, yang sempat dipermasalahkan oleh warga Batang, namun kini diberi lahan baru. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
CEK – Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat meninjau kandang sapi milik PT KPS, yang sempat dipermasalahkan oleh warga Batang, namun kini diberi lahan baru. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sejak mengajukan izin investasi peternakan sapi, 3 tahun belakangan, usaha PT Kejora Pelita Semesta (KPS) tidak membuahkan hasil. Lantaran terus terjadi pro dan kontra penolakan warga terhadap dibangunnya kandang sapi. Namun kini bisa bernafas lega, sejak difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jateng dengan kemudahan penyewaaan lahan tetap di wilayah Batang.

“Kita sudah mendapat cerita banyak mengenai penolakan warga sekitar, dan PT KSP sudah ada iktikad baik melakukan proses pemindahan. Salah satu upaya PT KSP itu melakukan sewa tanah di Perkebunan Wonorejo milik Pemprov Jateng,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko di Batang, Senin (4/6/2018).

Ditambahkan, sebelumnya PT KSP sudah melakukan proses perizinan cukup lama, bahkan terbilang sudah mendapat izin dan restu Pemkab Batang. Karena lokasi yang akan didirikan kandang sapi sudah sesuai peruntukkannya, tidak menyalahi RTRW. Namun karena penolakan warga setempat maka pemerintah daerah belum bisa memberikan izin dibangunnya kandang sapi di beberapa lokasi yang sudah diajukan.

“Setiap investasi filosofinya harus bersih, sehingga jika ada masalah harus dicarikan solusi. Dirasa baik oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun investor dan masyarakat. Terkait peternakan ini, kita akan cari solusi bersama,” ucapnya.

Heru Sudjatmoko menilai pengembangbiakan dan penggemukan ternak sapi milik PT KPS memiliki prospek yang bagus sebagai upaya menjaga swasembada daging di daerah setempat. Sapi jantan dengan usia sekitar 1 tahun, kata dia, sudah memiliki bobot berat badan mencapai 6 kuintal sehingga diperkirakan ternak tersebut akan bertambah bobotnya hingga 1 ton pada usia 2,5 tahun.

Untuk itu, pemprov mengambil alih masalah peternakan sapi perpaduan simental dan limosin itu dengan memberikan kemudahan dan penyediaan lahan seluas 12 hektare.

Berikutnya terkait pemindahan lokasi peternakan sapi PT KPS ke Perkebunan Desa Wonorejo tersebut, berharap tidak melanggar tata ruang dan tata wilayah di daerah setempat.

“Jika aspek tata ruang sudah oke maka nantinya tinggal bagaimana pemkab membantu menyosialisasikan pada warga setempat. Jadi saya kira ini akan saling menguntungkan baik pada investor, pemprov, pemkab, dan masyarakat sekitar lingkungan,” tandasnya.(han/lis)

Silakan beri komentar.