Pemerintah Harus Bisa Kendalikan Harga Kepokmas

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 400 orang warga Desa Ujung-Ujung Kecamatan Pabelan menerima bantuan telur dan daging ayam dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng. Anggota Komisi B DPRD Jateng Achsin Maruf yang menyerahkan bantuan tersebut mengatakan jika beberapa komoditi mengalami kenaikan jelang lebaran 2018.

“Berdasarkan pengalaman, selama ini pemerintah belum bisa sepenuhnya menjaga kestabilan harga kepokmas saat menjelang hari raya Idul Fitri,” ujar Achsin usai menyerahkan bantuan di lapangan Karang Desa Ujung-ujung, Pabelan, Senin (4/6).

Dikatakan Achsin, pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Untuk tujuan itu, lanjutnya, pemerintah berupaya menjamin ketersediaan kepokmas pada titik aman.

Ada komoditas tertentu yang harganya naik cukup tinggi. Dicontohkan daging ayam yang pada hari normal harganya sekitar Rp 27-28 ribu per kilogram, saat menjelang lebaran naik menjadi sekitar Rp 35 ribu.

Sedangkan harga telur naik menjadi rata-rata Rp 23-24 ribu dari harga normal Rp 18-19 ribu. “Kondisi itu kita ketahui terus berulang, sehingga seharusnya dapat ditetapkan berapa banyak stok telur dan daging ayam di pasaran agar harga tidak naik karena banyaknya permintaan,” tuturnya.

Pemberian bantuan kepada warga yang membutuhkan dan penyelenggaraan pasar murah, lanjutnya, bisa menjadi langkah terobosan untuk menekan kenaikan harga kepokmas di pasaran.

Sementara itu, Kabid Keswan dan Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Slamet Kasiran menjelaskan pihaknya menyediakan bantuan 400 paket kepokmas untuk masyarakat yang membutuhkan.

Paket itu terdiri dari satu kilogram telur dan satu kilogram daging ayam. “Bantuan dimaksudkan untuk membantu warga yang memenuhi kebutuhan selama Ramadhan. Warga juga diimbau sebaiknya membeli kepokmas sesuai kebutuhan agar tidak memicu kenaikan harga,” ungkapnya. (ewb/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -