Hukum Berpuasa Sunah pada Hari-hari Haram Berpuasa

231

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak kiai Dr. Ahmad Izzuddin M.Ag yang saya hormati, ada dua pertanyaan yang ingin saya tanyakan:

  1. Karena tidak mampu bayar fidyah, apakah utang puasa yang terkumpul sejak dua tahun harus diganti?
  2. Bagaimana dengan puasa sunah yang kebetulan terjadi pada hari-hari haram berpuasa? Mengapa puasa enam hari Syawal sunah, sedangkan tanggal 1 Syawal haram? Mohon penjelasannya. Terimakasih

Ulin Nuha, 085710244xxx di Semarang

Jawab:

Wa’alaikumusaalam Bapak Ulin Nuha yang dimuliakan Allah. Pada prinsipnya, utang puasa harus diganti dengan puasa pula. Adapun membayar fidyah akibat berlalu setahun dari utang itu tanpa membayarnya, ini adalah pandangan mazhab Malik, Syafi’i, dan Ahmad, tetapi mazhab Abu Hanifah tidak mewajibkannya. Pendapat terakhir ini dapat diamalkan lebih-lebih bagi yang tidak mampu membayar fidyah.

Puasa sunah yang dilaksanakan pada hari-hari haram berpuasa, yaitu 1 Syawal dan 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dinilai tidak sah. Alasan tidak boleh berpuasa 1 Syawal, antara lain, karena ia sebagai tanda selesainya kewajiban yang ditetapkan Allah SWT. Berpuasa sebulan sepanjang Ramadan. Jika masih berpuasa, dapat diduga bahwa yang bersangkutan melebihkan kewajiban yang ditetapkan Allah SWT. Padahal apa yang digariskan Allah SWT, sebagai kewajiban tidak boleh diabaikan juga tidak boleh ditambah dan dikurangi. Adapun setelah itu, Allah SWT. memberi kebebasan. Demikian jawaban saya, semoga manfaat. (*/zal)