RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Petugas Satpol PP Kota Salatiga menyita sedikitnya 10 kg daging sapi glonggongan dari pedagang daging di Pasar Raya I, Salatiga, Senin (4/6) pagi. Pemilik daging glonggongan itu adalah pedagang yang biasa mangkal di pasar itu. Meski hanya sedikit, namun petugas mensinyalir pasar di Salatiga menjadi target pasaran daging berair itu.

Sementara petugas juga menemukan daging sapi dalam mobil boks yang dinyatakan tidak memiliki surat retribusi asli. “Hampir setiap tahun mereka terpergok kami membawa surat yang mereka beli seharga Rp 25 ribu. Kali ini juga sama, di surat tertulis satu kwintal daging namun pas kami timbang ternyata tidak seberat itu,” jelas petugas Satpol PP, M Salikin.

Kepala Satpol PP Kota Salatiga Yayat Nurhayat mengatakan, dalam operasi tersebut pihaknya menerjunkan puluhan personel  ditambah petugas dari DKK, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Bagian Hukum. “Ada daging sapi glonggongan yang kita sita, sebanyak 10 kg dari salah seorang pedagang. Untuk ayam tiren tidak kita temukan,” ujar Yayat saat dikonfirmasi Senin (4/6) kemarin.

Diterangkan Yayat, dari pengakuan penjual daging sapi glonggongan yang diamankan, daging itu berasal dari Ampel, Boyolali. “Dari hasil introgasi yang kami lakukan terhadap penjual, daging berasal dari Ampel Boyolali. Sedangkan motif berjualan karena bisa dapat untung lebih dari menjual daging glonggongan dan memanfaatkan momen jelang lebaran ini,” imbuhnya.

Operasi ini bertujuan untuk mencegah peredaran daging sapi glonggongan menjelang lebaran, karena biasanya momen seperti ini banyak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan. Dikatakan Yayat, penjual daging glonggongan langsung diberi pembinaan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Bila di kemudian hari mengulangi perbuatannya, maka bisa dituntut secara hukum.

Sementara, Drh Christina Susilaningsih dari Dinas Pertanian yang turut dalam operasi tersebut mengatakan, salah satu ciri daging sapi glonggongan bisa dilihat secara kasat mata, yaitu daging yang berarir (becek) dan biasanya dijual dengan harga yang lebih murah agar konsumen tertarik.“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk selektif dalam membeli daging. Jangan tergiur dengan harga murah,” ujarnya.

Selama empat hari, terhitung dari hari Senin ini hingga Kamis (7/6), razia daging glonggongan akan digalakkan di beberapa pasar. Selain Pasaraya, razia juga akan digelar di Pasar Sapi dan Jetis. (sas/bas)