33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Daging Glonggongan Beredar

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Petugas Satpol PP Kota Salatiga menyita sedikitnya 10 kg daging sapi glonggongan dari pedagang daging di Pasar Raya I, Salatiga, Senin (4/6) pagi. Pemilik daging glonggongan itu adalah pedagang yang biasa mangkal di pasar itu. Meski hanya sedikit, namun petugas mensinyalir pasar di Salatiga menjadi target pasaran daging berair itu.

Sementara petugas juga menemukan daging sapi dalam mobil boks yang dinyatakan tidak memiliki surat retribusi asli. “Hampir setiap tahun mereka terpergok kami membawa surat yang mereka beli seharga Rp 25 ribu. Kali ini juga sama, di surat tertulis satu kwintal daging namun pas kami timbang ternyata tidak seberat itu,” jelas petugas Satpol PP, M Salikin.

Kepala Satpol PP Kota Salatiga Yayat Nurhayat mengatakan, dalam operasi tersebut pihaknya menerjunkan puluhan personel  ditambah petugas dari DKK, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Bagian Hukum. “Ada daging sapi glonggongan yang kita sita, sebanyak 10 kg dari salah seorang pedagang. Untuk ayam tiren tidak kita temukan,” ujar Yayat saat dikonfirmasi Senin (4/6) kemarin.

Diterangkan Yayat, dari pengakuan penjual daging sapi glonggongan yang diamankan, daging itu berasal dari Ampel, Boyolali. “Dari hasil introgasi yang kami lakukan terhadap penjual, daging berasal dari Ampel Boyolali. Sedangkan motif berjualan karena bisa dapat untung lebih dari menjual daging glonggongan dan memanfaatkan momen jelang lebaran ini,” imbuhnya.

Operasi ini bertujuan untuk mencegah peredaran daging sapi glonggongan menjelang lebaran, karena biasanya momen seperti ini banyak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan. Dikatakan Yayat, penjual daging glonggongan langsung diberi pembinaan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Bila di kemudian hari mengulangi perbuatannya, maka bisa dituntut secara hukum.

Sementara, Drh Christina Susilaningsih dari Dinas Pertanian yang turut dalam operasi tersebut mengatakan, salah satu ciri daging sapi glonggongan bisa dilihat secara kasat mata, yaitu daging yang berarir (becek) dan biasanya dijual dengan harga yang lebih murah agar konsumen tertarik.“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk selektif dalam membeli daging. Jangan tergiur dengan harga murah,” ujarnya.

Selama empat hari, terhitung dari hari Senin ini hingga Kamis (7/6), razia daging glonggongan akan digalakkan di beberapa pasar. Selain Pasaraya, razia juga akan digelar di Pasar Sapi dan Jetis. (sas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

DPRD Jateng Baru Sahkan 11 Perda

SEMARANG – Menjelang akhir 2017, DPRD Jateng hanya mengesahkan 11 Peraturan Daerah (Perda). Padahal mereka punya 20 Raperda yang harus disahkan. Artinya, hanya ada...

Dari 837 Pohon, Hasilkan 33,5 Ton Buah Kelengkeng

Meski sebagai Kota Metropolitan, Kota Semarang masih kaya dengan hasil perkebunan yang bisa dibilang unggulan. Seperti buah durian, jambu kristal, rambutan, dan kelengkeng. Seperti...

E-Gamelan Siap Tampil di Unesco

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Elektronik gamelan (E-gamelan) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang siap dipamerkan di hadapan United Nations Educations, Scientific and Cultural Organization (Unesco) di...

Tambah Gerai Samsat Online

UNGARAN–Pemkab Semarang berencana membuka gerai samsat online di wilayah pinggiran bagian selatan atau perbatasan. Karena itu, Pemkab Semarang berencana menggandeng UPPD Jateng di Kabupaten...

Semua Jalur Mudik Diprediksi Lancar

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang menyatakan seluruh jalur utama maupun alternatif di wilayahnya siap untuk dilewati pemudik. Sejumlah kerusakan sudah dikoordinasikan dengan dinas...

25 Pelajar Ikuti Safari Integritas

SEMARANG - Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia pilih 25 pelajar yang berasal dari SMAN 3 Semarang untuk mengikuti safari budaya integritas di Pengadilan Negeri...