Campur Tangan Swasta, Percepat Program Rehab RTLH

308
LAYAK HUNI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meresmikan penyelesaian rehab RTLH di Kelurahan Bongsari, Semarang Barat, Senin (4/6). (Ist)
LAYAK HUNI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meresmikan penyelesaian rehab RTLH di Kelurahan Bongsari, Semarang Barat, Senin (4/6). (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menargetkan rehab sekitar 7.000 rumah tidak layak huni (RTLH). Sekitar 1.400 RTLH akan direhab tahun ini,  kemudian 2.100 RTLH di tahun 2019 dan sisanya 3.500 RTLH rencananya direhab pada 2020. Diharapkan ada keterlibatan pihak swasta untuk percepatan menuntaskan program tersebut.

“Hitungannya kalau hanya bertumpu pada APBD saja, InsyaAllah baru akan selesai 3 tahun. Untuk itu saya ingin ada keterlibatan swasta, agar pembangunannya dapat lebih cepat. Tidak perlu menunggu sampai 2021, tahun 2019 saja sangat mungkin selesai,” tegas Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut saat meresmikan penyelesaian rehab RTLH di Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Senin (4/6).

Walaupun luas kawasan kumuh di Kota Semarang sudah berkurang drastis dari yang semula seluas 415 hektare di tahun 2017 menjadi 300 hektare di 2018, namun luasan kawasan kumuh yang tersisa juga masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Intinya kami ingin merubah sudut pandang terkait ini (kawasan kumuh), dari yang semula menjadi beban kota, menjadi tanggung jawab kota, seluruhnya bukan hanya pemerintah kota saja,” ujarnya.

“Sehingga kalau sudut pandangnya sudah berubah, pihak swasta jadi tidak perlu kita kejar-kejar untuk bisa partisipasi, melainkan sebaliknya, justru pihak swasta yang menggandeng kita di pemerintah,” tandasnya.

Di sisi lain, Mulyadi salah satu filantropi di Kota Semarang, yang juga merupakan pengurus Yayasan Sam Poo Kong dalam kesempatan tersebut menceritakan, dirinya tergerak untuk berkontribusi karena melihat lingkungan di sekitarnya sendiri masih banyak yang membutuhkan dan rumahnya tidak layak.

“Karena itu kita terpanggil untuk membantu sesuai kemampuan kami. Sebagian dana tersebut kami himpun dari dana CSR dan sisanya dari para pengurus. Ke depan selama kita bisa membantu akan terus kita upayakan,” tutur Mulyadi.

Tak hanya sekali, sebelum merampungkan rehab sebuah RTLH di Kelurahan Bongsari pada bula Juni ini, i bulan Mei lalu, Mulyadi juga mewakili beberapa filantropi yang ada di Kota Semarang meresmikan penyelesaian rehab RTLH di Kelurah Bongsari, Semarang Barat. (sga/zal)