BPOM Temukan Mi Basah Berformalin

94
SIDAK: Asisten Setda III Provinsi Jateng Budi Wibowo bersama Bupati HM Natsir meninjau puskesmas terkait kesiapan menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Asisten Setda III Provinsi Jateng Budi Wibowo bersama Bupati HM Natsir meninjau puskesmas terkait kesiapan menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Kesiapan pelayanan kesehatan ditingkat puskesmas maupun rumah sakit di Demak menjadi perhatian serius Pemprov Jateng. Untuk menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri ini, Asisten III Setda Provinsi Jateng, Budi Wibowo melakukan sidak.

Selain ke puskesmas, Budi Wibowo juga sidak ke pasar Bintoro Demak dan menemui rombongan dari Balai Besar POM Semarang yang sedang melakukan uji sampel terhadap berbagai macam jenis makanan yang dijajakan di pasar induk tersebut.

Kepala Bidang Pengujian Mikrobiologi Puji Hastuti mengatakan, dari beberapa sampel makanan yang diuji hanya ada satu jenis makanan berupa mi  basah yang mengandung formalin. “Untuk kasus mi basah ini akan kami lakukan penanganan lebih lanjut agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya,” katanya.

Sementara selama sidak di puskesman dan rumah sakit, Budi Wibowo mengatakan, agar betul-betul siap memberikan pelayanan prima, maka setiap puskesmas dan rumah sakit didaerah dapat mengatur pola jadwal penugasan yang diperlukan. “Tenaga medis maupun perlengkapan kesehatan, termasuk mobil ambulans dapat disinergikan di posko-posko yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Bowo juga mengecek kesiapan obat obatan yang dibutuhkan pemudik. Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun lalu, yang dibutuhkan pemudik adalah obat untuk infeksi saluran pernafasan (ISPA). Sedangkan, untuk penanganan penyakit berat seperti jantung bisa ditangani tim medis rumah sakit terdekat. Hasil pemantauan disebutkan, bahwa kesiapan puskesmas cukup baik. (hib/bas)

Silakan beri komentar.