BPJS TK Dicatut Penipu

318

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program pemerintah sering dijadikan sebagai modus penipuan. Salah satunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan yang baru-baru ini dicatut namanya untuk penipuan melalui pengiriman SMS.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Heri Purwanto mengatakan, akhir-akhir ini banyak beredar pesan singkat (SMS) yang dikirim melalui nomor pribadi. Dalam pesan tersebut diterangkan bahwa penerima SMS mendapat dana bantuan dari BPJS dengan jumlah nilai uang yang besar.

“Kami banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat dan peserta terkait SMS tersebut dan sudah dijelaskan bahwa hal tersebut terindikasi tindakan kriminal. Karena sampai sekarang kami tidak pernah menyelenggarakan pemberian dana cuma-cuma atau undian dan sejenisnya kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (4/6).

Heri mengakui, sulit bagi pihaknya untuk membendung tindakan kriminal penipuan semacam ini. “Salah satu contoh SMS-nya berisi Peserta BPJS yth anda menerima bantuan dari BPJS Kesehatan Rp 17jt. Kemudian penerima SMS digiring untuk mengklik salah satu portal,” ujarnya.

Namun ia kembali menegaskan, dalam menyampaikan segala informasi untuk masyarakat, baik mengenai program, layanan, produk, ataupun promosi kerjasama dengan pihak lain, pihaknya selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi melalui kanal resmi. “Untuk memastikan kebenaran informasi apapun terkait BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat dapat mengkonfirmasi melalui kanal-kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan seperti kantor cabang, website, sosial media atau menghubungi call center 1500910,”ujarnya.

Ia juga memastikan pihaknya terus memantau website, sosmed  yang terindikasi melakukan praktik penipuan berdasarkan laporan yang masuk. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait, agar memblokir website-website penipuan tersebut.

“Kami imbau masyarakat harus terus waspada. Jangan mudah tertipu oleh semua bentuk penawaran yang mengatasnamakan institusi BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi terdapat  permintaan yang mengarahkan peserta untuk membayar sejumlah biaya dalam nominal tertentu, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan,” tandasnya. (dna/ton)