31 C
Semarang
Rabu, 2 Desember 2020

1717 Pengawas TPS Dilantik

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Sebanyak 1.717 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se Kabupaten Wonosobo resmi dilantik, Senin (4/6). Pelantikan dipusatkan di tiap kecamatan masing masing.

Komisioner Divisi SDM dan Organisasi Panwaskab Wonosobo Nasir Salasa menjelaskan, setelah melakukan seleksi selama tiga minggu, akhirnya secara keseluruhan kebutuhan PTPS di Kabupaten Wonosobo terpenuhi. “Syarat menjadi PTPS ini cukup susah awalnya, karena usia minimal 25 tahun dan ijazah SMA, tapi dengan berbagai sosialisasi akhirnya berhasil,” katanya.

Nasir menyebutkan, 1.717 PTPS ini akan langsung bekerja di tiap wilayah desanya mengawasi tahapan Pemilihan Gubernur 2018. Sebelum pengawasan, berbagai bimbingan teknis dan pembekalan akan diberikan dalam pekan ini. “Dilantik langsung dapat pembekalan, langsung mulai bekerja mengawasi,” katanya.

Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaskab Wonosobo Sumali Ibnu Chamid menyebutkan, para pengawas TPS ini akan bekerja sebelum sampai dengan hari pencoblosan. Sebelum pencoblosan harus melakukan pemetaan TPS rawan, pengawasan kampanye di hari tenang, pengawasan netralitas ASN, pengawasan netralitas penyelenggara, dalam hal ini KPPS.

“Pengawas TPS juga mengawasi pergerakan kotak suara di desanya,” katanya.

Untuk itu, Sumali meminta kepada semua PTPS benar benar menjaga azas kerja penyelenggara Pemilu serta bekerja profesional. Berbagai potensi pelanggaran sejak awal harus dicegah dengan melakukan sosialisasi. Namun ketika ada yang melanggar harus dilaporkan. (ali/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...