Tingkatkan Umur Bambu, Kaca dan Besi 3 Kali Lebih Lama

Mahasiswa Undip Ciptakan Pelapis Anti Kotor dari Limbah Silica Geotermal Dieng

324
INOVATIF: Ari Purnomo, Febio Dalanta dan Adelia Dian Oktaviani bersama dosen pembimbing, Dr-Ing Silviana ST MT. (ISTIMEWA)
INOVATIF: Ari Purnomo, Febio Dalanta dan Adelia Dian Oktaviani bersama dosen pembimbing, Dr-Ing Silviana ST MT. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan produk Sufoting 5 in 1 berbahan dasar limbah silica geothermal Dieng. Selain membuat berbagai material bertahan lebih lama, material yang dilapisi dengan Sufoting ini akan selalu terlihat bersih.

AFIATI TSALITSATI

KELEMBABAN udara relatif di Indonesia rata-rata 80-95 persen. Kondisi tersebut mampu mengubah karakteristik material seperti bambu yang akan mengalami pelapukan, besi yang mengalami korosi, hingga terjadi pengembunan pada kaca dan ditumbuhi jamur dan bakteri. Berdasarkan fakta tersebut, tiga mahasiswa Undip berusaha mencari cara mengatasinya.

Mereka adalah Ari Purnomo, Febio Dalanta dan Adelia Dian Oktaviani, ketiganya mahasiswa Departemen Taknik Kimia Fakultas Teknik Undip. Di bawah bimbingan Dr-Ing Silviana ST MT, ketiganya berhasil menciptakan produk Sufoting 5 in 1 berbahan dasar limbah silica geothermal Dieng.

“5 in 1 ini maksudnya Anti Air, Anti UV, Anti Karat, Anti Jamur dan Self Cleaning dalam satu produk,” ungkap ketua tim penelitian, Ari Purnomo, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, selain membuat berbagai material bertahan lebih lama, material yang dilapisi dengan Sufoting ini akan selalu terlihat bersih.

Ari menjelaskan, pelapis yang sudah ada saat ini, tidak menggunakan teknologi yang praktis, efisien dan memiliki harga yang mahal. Belum lagi, bahaya racun yang ditimbulkan dari produk-produk pelapis, seperti cat, vernis dan lainnya.

“Karena itu, kami mengembangkan Sufoting berbahan dasar silika geothermal. Melalui Sufoting, kami dapat meningkatkan umur material bambu, kaca maupun besi hingga 3 kali lebih lama tanpa mengubah nilai estetikanya jika dibandingkan produk pelapis di pasaran,” terangnya.

Silika geothermal dipilih sebagai bahan dasar pelapis Sufoting lantaran memiliki kandungan silica yang tinggi. Selain itu, silica geothermal juga merupakan limbah dari industri Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Dieng, yang mengganggu proses produksi listrik apabila limbah tersebut tidak dikelola secara maksimal.

Menariknya, hasil ciptaan mahasiswa Undip ini tidak hanya bisa digunakan untuk melapisi tiga material di atas.

Ari menjelaskan, ke depan nantinya Sufoting dapat digunakan untuk melapisi material sandang mulai dari sepatu hingga baju.“Sehingga dengan Sufoting, setiap orang tidak perlu khawatir sepatu atau pakaiannya basah, terutama saat musim penghujan,” imbuhnya.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian ini telah didanai oleh Kemenristekdikti.

Ari berharap, ciptaannya ini dapat membantu untuk masyarakat untuk menghemat biaya perawatan pada berbagai material secara praktis, efisien, dan ramah lingkungan.

Pasalnya, ciptaan yang memanfaatkan limbah silica geothermal ini masih minim pengelolaannya, sehingga akan mengurangi dampak buruk timbunan limbah. “Hal ini juga akan memberikan keuntungan berbagai sektor baik industri, masyarakat maupun pemerintah,” tandasnya. (*/aro)