33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Tingkatkan Umur Bambu, Kaca dan Besi 3 Kali Lebih Lama

Mahasiswa Undip Ciptakan Pelapis Anti Kotor dari Limbah Silica Geotermal Dieng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan produk Sufoting 5 in 1 berbahan dasar limbah silica geothermal Dieng. Selain membuat berbagai material bertahan lebih lama, material yang dilapisi dengan Sufoting ini akan selalu terlihat bersih.

AFIATI TSALITSATI

KELEMBABAN udara relatif di Indonesia rata-rata 80-95 persen. Kondisi tersebut mampu mengubah karakteristik material seperti bambu yang akan mengalami pelapukan, besi yang mengalami korosi, hingga terjadi pengembunan pada kaca dan ditumbuhi jamur dan bakteri. Berdasarkan fakta tersebut, tiga mahasiswa Undip berusaha mencari cara mengatasinya.

Mereka adalah Ari Purnomo, Febio Dalanta dan Adelia Dian Oktaviani, ketiganya mahasiswa Departemen Taknik Kimia Fakultas Teknik Undip. Di bawah bimbingan Dr-Ing Silviana ST MT, ketiganya berhasil menciptakan produk Sufoting 5 in 1 berbahan dasar limbah silica geothermal Dieng.

“5 in 1 ini maksudnya Anti Air, Anti UV, Anti Karat, Anti Jamur dan Self Cleaning dalam satu produk,” ungkap ketua tim penelitian, Ari Purnomo, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, selain membuat berbagai material bertahan lebih lama, material yang dilapisi dengan Sufoting ini akan selalu terlihat bersih.

Ari menjelaskan, pelapis yang sudah ada saat ini, tidak menggunakan teknologi yang praktis, efisien dan memiliki harga yang mahal. Belum lagi, bahaya racun yang ditimbulkan dari produk-produk pelapis, seperti cat, vernis dan lainnya.

“Karena itu, kami mengembangkan Sufoting berbahan dasar silika geothermal. Melalui Sufoting, kami dapat meningkatkan umur material bambu, kaca maupun besi hingga 3 kali lebih lama tanpa mengubah nilai estetikanya jika dibandingkan produk pelapis di pasaran,” terangnya.

Silika geothermal dipilih sebagai bahan dasar pelapis Sufoting lantaran memiliki kandungan silica yang tinggi. Selain itu, silica geothermal juga merupakan limbah dari industri Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Dieng, yang mengganggu proses produksi listrik apabila limbah tersebut tidak dikelola secara maksimal.

Menariknya, hasil ciptaan mahasiswa Undip ini tidak hanya bisa digunakan untuk melapisi tiga material di atas.

Ari menjelaskan, ke depan nantinya Sufoting dapat digunakan untuk melapisi material sandang mulai dari sepatu hingga baju.“Sehingga dengan Sufoting, setiap orang tidak perlu khawatir sepatu atau pakaiannya basah, terutama saat musim penghujan,” imbuhnya.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian ini telah didanai oleh Kemenristekdikti.

Ari berharap, ciptaannya ini dapat membantu untuk masyarakat untuk menghemat biaya perawatan pada berbagai material secara praktis, efisien, dan ramah lingkungan.

Pasalnya, ciptaan yang memanfaatkan limbah silica geothermal ini masih minim pengelolaannya, sehingga akan mengurangi dampak buruk timbunan limbah. “Hal ini juga akan memberikan keuntungan berbagai sektor baik industri, masyarakat maupun pemerintah,” tandasnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ekspor Jateng Meningkat

SEMARANG – Nilai ekspor Jawa Tengah pada Maret meningkat 17,04 persen dibanding bulan sebelumnya. Beberapa kebijakan dan program pemerintah turut mendorong peningkatan ekspor. Kepala Badan...

Penumpang Kereta Api Naik 10 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masa libur panjang Imlek 2018 ini, ternyata dimanfaatkan masyarakat pengguna kereta api (KA) untuk pulang kampung halaman. Beberapa kota seperti Jakarta...

Hendi Antar Sendiri E-KTP ke Rumah Warga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan seluruh pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) yang sempat tertunda di tahun 2016 dan 2017,...

Mural Berkarakter sebagai Media Komunikasi di Sekolah

RADARSEMARANG.COM - DINDING sekolah  pada umumnya merupakan  pembatas antara gedung yang satu dengan yang lain. Adakalanya sekolah kurang memperhatikan estetika atau bahkan fungsi edukasi...

Truk Penambang Remuk Tertimpa Batu

MUNGKID—Kecelakaan kembali terjadi di area penambangan pasir gunung Merapi. Kali ini, truk pengangkut pasir, ringsek tertimpa dua bebatuan besar dari tebing tempat menambang. Informasi yang...

Durian Runtuh di Rumah Sebelah

Jari ini begitu gatal. Ingin menulis tentang Pertamina. Yang hanya dalam tiga tahun lima kali ganti direksi. Saya bayangkan betapa ruwet jajaran di bawahnya....