Temukan  5 Juta KTP Pemilih Terindikasi Bodong

Terjunkan Peneliti dari Jakarta

6035
BERI SEMANGAT : Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid didampingi Ketua DPC Gerindra Demak, Maskuri serta jajaran partai dengan mengenakan kaos # ganti presiden memberikan semangat kepada kader dalam acara buka puasa bersama. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI SEMANGAT : Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid didampingi Ketua DPC Gerindra Demak, Maskuri serta jajaran partai dengan mengenakan kaos # ganti presiden memberikan semangat kepada kader dalam acara buka puasa bersama. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Tim Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah menemukan indikasi sebanyak 5 juta KTP pemilih Pilgub Jateng bodong. Diantaranya, karena ada nama penduduk yang dobel dan sudah meninggal dunia.

Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid disela buka puasa bersama DPC Partai Gerindra serta kader partai dari jajaran ranting se Demak di gedung KONI, kemarin petang. Pihaknya telah melakukan investigasi soal KTP tersebut.

“Sudah 30 kabupaten/kota di Jateng, kita teliti terkait KTP pemilih ini. Sedangkan, 5 kabupaten lainnya masih dalam proses penelitian. Kita juga sudah melaporkan ke Bawaslu Provinsi Jateng temuan itu untuk ditindaklanjuti,”ungkap pria asal Jepara ini.

Dia mengatakan, terkait dengan temuan ini, pihaknya berharap KPU Jateng segera melakukan perbaikan data pemilih supaya betul betul dijamin validitasnya. “Setelah kita sampaikan ke Bawaslu, jika temuan indikasi KTP bodong ini tidak segera diperbaiki, maka Pilgub Jateng bisa ditunda,”katanya.

Menurutnya, jauh hari sebelumnya pihaknya sudah menerima informasi seperti itu.  Artinya, banyak data pemilih yang diragukan. Untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut, pihaknya lantas membentuk tim dan melakukan investigasi di lapangan.

“Semula kita lakukan random sampling di beberapa kabupaten/kota di Jateng. Tapi, setelah terbukti ada kebenarannya, akhirnya kita lacak semua di 35 kabupaten/kota,”katanya.

Dia menambahkan, data pemilih bodong tersebut jika dilihat dari format PDF, sulit terdeteksi. Namun, setelah dipindah ke format excel computer, hasilnya cukup mengejutkan. “Ya, ada sekitar 5 jutaan pemilih yang diragukan atau invalid. Kita sudah laporkan ke Bawaslu,”ujar Wachid.

Menurutnya, bila data tersebut tidak diperbaiki, maka bisa mengganggu pelaksanaan pilgub mendatang. “Apalagi, pilgub tinggal beberapa hari lagi,”katanya.

Abdul Wachid juga mengatakan, buka bersama dengan kader tingkat ranting ini dinilai penting. Sebab, kader pada level ranting merupajan ujung tombak perolehan suara.  “Kita roadshow terus termasuk ke Demak ini,”ujarnya.

Ketua DPC Partai Gerindra, Maskuri dalam kesempatan itu menyampaikan, selain konsolidasi partai terkait pilgub, pihaknya juga mulai mensosialisasikan terkait pencalonan Prabowo Subianto sebagai Capres 2019. “Pilpres 2019 sangat menentukan nasib kita sebagai rakyat,” tandasnya. Dalam acara ini semua peserta mengenakan kaos dengan kode #2019 ganti presiden. (hib/zal)