RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Sejumlah jalur alternatif untuk mengurai kemacetan lalulintas saat arus mudik Lebaran di Kabupaten Semarang mulai dilakukan. Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho mengungkapkan terdapat lima jalur alternatif yang akan disiapkan.

“Jika sewaktu-waktu jalur Semarang-Solo dan Semarang-Jogjakarta di wilayah hukum Polres Semarang mengalami kemacetan saat Lebaran 2018,” kata Agus, Minggu (3/6).

Jalur alternatif pertama yaitu arah Solo atau Salatiga melalui Tuntang – Bringin – Pabelan – Bundaran Ramayana Salatiga. Adapun panjang rute tersebut yaitu 13,6 kilometer. Jalur alternatif yang kedua yaitu arah Sragen, dari Tingkir – Suruh – Karanggede sepanjang 13,6 kilometer. Ketiga, jalur alternatif Jogjakarta, Solo, dan Salatiga dari Jalan Lingkar Salatiga – Jalan Lingkar Ambarawa sepanjang 14,5 kilometer. “Juga Jalan Lingkar Salatiga-Banyubiru-Brongkol Jambu sepanjang 16,5 kilometer,” katanya.

Jalur alternatif ke empat yaitu Kendal – Temanggung dari Boja – Sumowono – Kaloran Temanggung sepanjang 12,2 kilometer. Kelima, jalur alternatif Gunungpati – Ungaran melalui Gunungpati – Mapagan – Sisemut – Jalan Gatot Subroto – PT Mas sepanjang 2,9 kilometer dan jalur Gunungpati – Jalan Pramuka – Jalan Perintis Kemerdekaan Pudakpayung sepanjang 2,3 kilometer.

“Pola rekayasa lalu lintasnya antara lain pengalihan arus, penarikan arus atau contraflow dan buka tutup arus,” katanya. Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan anggota gabungan lintas sektor.

Ia mengimbau PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola Jalan Tol Semarang – Solo agar selalu berkoordinasi dengan Polres Semarang dan instansi terkait lainnya. Menurutnya, terhambatnya arus di jalan utama menuju tol pada Lebaran tahun 2017 lalu disebabkan karena lamanya transaksi pembayaran di gardu tol.

Sementara itu, Direktur PT Trans Marga Jateng (TMJ) Yudi Krisyunoro mengatakan, pengaman arus mudik sebenarnya telah rutin dilakukan setiap tahunnya. Hanya saja yang membedakan di 2018 ini transaksi di tol 100 persen nontunai. “Kami telah lakukan upaya-upaya, dengan menambah gardu-gardu reversibel,” katanya.

Adapun ruas tol PT TMJ meliputi seksi I Semarang – Ungaran (operasional) sepanjang 10,85 km, seksi II Ungaran – Bawen (operasional) sepanjang 11,99 km dan seksi III Bawen – Salatiga (operasional) sepanjang 17,53 km.

Sedangkan seksi IV Salatiga – Boyolali (fungsional PT JSN) sepanjang 24,50 km dan seksi V Boyolali – Kartasuro (fungsional PT JSN) sepanjang 7,74 km. Dikatakannya, pengalaman sebelum-sebelumnya, biasanya pengguna tol yang melintas dari Banyumanik sampai pintu tol Salatiga di Tingkir membayar.

Namun sekarang bisa langsung lurus menuju arah Solo. Untuk itu, TMJ juga mendirikan penambahan gardu untuk pembayaran di Salatiga. “Nah sekarang langsung lurus menuju arah Solo. Walaupun yang fungsional nggak bayar, yang pernah jalan dari Banyumanik sampai kawasan tersebut tetap bayar. Gardu seperti permanen, nanti kalau berfungsi normal kami bongkar lagi,” tuturnya. (ewb/ida)