Rita Beroperasi Lagi

196
BUKA LAGI : Setelah 3 bulan tutup, Rita Pasaraya Wonosobo kembali beroperasi dengan mengantongi izin hingga 3 tahun ke depan. (IST)
BUKA LAGI : Setelah 3 bulan tutup, Rita Pasaraya Wonosobo kembali beroperasi dengan mengantongi izin hingga 3 tahun ke depan. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Pemkab Wonosobo melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM kembali menyewakan gedung di jantung kota Wonosobo kepada Rita Pasaraya. Kemarin (3/6) pasar swalayan terbesar di Wonosobo tersebut kembali beroperasi.

Ketua Komisi B DPRD Wonosobo Azis Nuriharyono usai memimpin rapat membenarkan bahwa Pemkab wonosobo melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM telah memberikan izin kepada Rita untuk kembali beroperasi. Hal itu sudah tertuang dalam surat perjanjian resmi antara kedua belah pihak.

“Kita kaget, ternyata sudah ada surat perjanjian. Itu ditandatangani pada 28 Mei 2018, jadi belum lama. Kita tidak tahu soal itu, kita tidak diajak bicara oleh Pemkab,” katanya.

Komisi B sendiri mengaku mengundang OPD terkait lantaran isu di masyarakat soal pembukaan Rita Pasarraya sudah begitu santer terdengar. Di sisi lain anggota DPRD khususnya komisi yang membidangi perekonomian banyak yang tidak tahu.

“Kita tidak tahu, sehingga kita gelar rapat dengar pendapat dan juga klarifikasi. Ternyata itu benar,” ucapnya.

Pihaknya sendiri mengaku tidak bisa mencampuri urusan keputusan eksekutif. Namun karena kebijakan tersebut dianggap kontroversi diharapkan ada komunikasi terlebih dahulu dengan DPRD.

“Kita tahu semua, ini kebijakan kontroversi. Bupati pernah berkata di forum resmi akan pasang badan tidak akan memperpanjang Rita Pasaraya, tapi sekarang berubah, ya kita tidak tahu,” tandasnya.

Soal bahwa ini sikap inkonsistensi pemerintah dalam pengambilan keputusan tersebut, Azis mempersilakan publik menilai sendiri terhadap keputusan itu. Menurutnya sejak awal sikap Komisi B terhadap Rita Pasaraya sudah jelas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Agus Suryatin pascarapat dengar pendapat dengan Komisi B enggan berkomentar. Dirinya mengaku akan menyusun rilis terlebih dahulu untuk disampaikan kepada media.

Namun dalam rapat tersebut Agus Suryatin menjelaskan alasan pemberian izin penggunaan kembali gedung tersebut di antaranya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kemudian desakan masyarakat dan pedagang yang selama ini berhubungan dengan Rita Pasaraya serta hasil survei serta analisis SWOT terhadap kebijakan dibukanya Rita.

“Dari hasil rapat tim pengkaji yang terdiri dari berbagai OPD terkait perizinan kepada Rita diperpanjang dan melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang pasar induk,” terangnya.

Sebagaimana diketahui Rita telah habis masa kontraknya pada 2014. Kemudian diperpanjang 3 tahun untuk persiapan pindah. Pada 2017, masa pemerintahan Bupati Eko Purnomo, Rita kembali mengajukan toleransi perpanjangan karena belum siap pindah, dan kembali diberi waktu toleransi 11 bulan.

Masa toleransi berakhir 12 Februari 2018. Setelah tiga bulan tutup, secara mengejutkan Rita kembali mengantongi izin untuk beroperasi hingga tiga tahun ke depan. Hal tersebut tertuang dalam surat perjanjian sewa menyewa bangunan gedung milik pemkab nomor 028/321/2018 antara Pemkab Wonosobo dengan PT Rita Ritelindo. (ali/lis)

Silakan beri komentar.