Ringankan Daya Beli Masyarakat

161
FASILITASI WARGA : Bupati HM Natsir meninjau pasar murah tingkat kabupaten di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
FASILITASI WARGA : Bupati HM Natsir meninjau pasar murah tingkat kabupaten di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemkab Demak melalui Bagian Perekonomian Setda berupaya meringankan beban masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri, utamanya dalam memenuhi kebutuhan pokok. Caranya adalah, melalui pasar murah. Dengan pasar murah tingkat kabupaten ini, diharapkan dapat membantu meringankan biaya beli terkait sembako.

Pasar murah digelar di lapangan Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. Di kampung ujung selatan Kabupaten Demak ini, masyarakat turut menikmati pasar murah tersebut.

Kabag Perekonomian Setda, Nanang Tasunar melalui Kasubag Pengembangan Produksi Daerah, Retno Widiyastuti mengatakan, pasar murah diikuti 70 stan termasuk dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lainnya.

“Selama ini pasar murah dipusatkan di kota. Tapi, sekarang diadakan di daerah paling ujung selatan atau di wilayah terpencil Kabupaten Demak . Tujuannya agar masyarakat pinggiran ini juga dapat menikmati harga murah sembako dengan sarana pasar murah ini,” ujarnya.

Menurutnya, barang yang dijual dalam pasar murah sudah mendapatkan subsidi harga, baik satuan maupun paket. Dalam pasar murah ini, pemkab memberikan bantuan sebanyak 4.633 paket sembako untuk warga berpendapatan rendah.  Untuk pasar murah tingkat kabupaten ini, juga ada bantuan dari Provinsi Jateng  sebanyak 400 paket sembako berupa beras 2 kilogram, gula pasir 1 kilogram dan telur 1 kilogram.

Sebelum tingkat kabupaten ini, pasar murah juga telah dilaksanakan pada tingkat kecamatan. Antara lain, di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, dan di Kecamatan Guntur, Mranggen, Karangawen, Bonang dan di Desa Mutih Wetan, Kecamatan Wedung. “Pasar murah selalu ramai, warga bersemangat untuk memborong sembako yang dijual karena harganya murah. Banyak yang habis terjual. Rata rata stan menjual sembako, kue dan sebagian pakaian,” kata Retno. (hib/zal)