33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Ribuan Pekerja Belum Terlindungi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Guna memperluas cakupan tenaga kerja yang belum terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran terus melakukan sosialisasi untuk pelindungan tenaga kerja. Tidak terkecuali kepada tenaga kerja perusahaan mikro kecil yang bukan penerima upah (BPU).

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Suryadi mengungkapkan saat ini masih ada ribuan BPU yang belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. “Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, populasi peduduk Kabupaten Semarang mencapai 900 ribu jiwa lebih. Dari jumlah ini, penduduk potensi untuk perlindungan tenaga kerja mencapai sekitar 500 ribu jiwa,” kata Suryadi, Minggu (3/6).

Dari 500 ribu jiwa potensi ini, yang sudah menjadi peserta perlindungan tenaga kerja baru sekitar 140 ribu. Artinya potensi untuk memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja ini masih cukup besar, mencapai 360 ribu jiwa.

Dikatakan Suryadi, dari data tersebut dijelaskan jika populasi tenaga kerja paling besar ada di sektor mikro dan petani. Ia mengakui jika untuk terjun langsung menjangkau potensi perlindungan ini, jelasnya, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran memiliki keterbatasan.

“Meski begitu kita tetap berupaya mendorong cakupan perlindungan tenaga kerja ini,” jelasnya. Antara lain melalui program agen dari masyarakat. Program nasional ini, sebelumnya telah di-pilot project-kan selama tiga bulan di Kabupaten Sleman pada tahun 2017.

Oleh karena itu, di tahun 2018 ini program agen ini didorong lebih masif secara nasional dengan target hingga 10 ribu agen di seluruh tanah air. Salah satunya di Kabupaten Semarang yang menjadi wilyah kerja BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Ungaran.

“Saat ini di Kabupaten Semarang sudah ada yang menjadi agen dan siapapun segmen masyarakat berkesempatan yang sama untuk menjadi agen, sepanjang persyaratan dan ketentuannya terpenuhi,” katanya.

Terutama yang memiliki jaringan luas dengan masyarakat di perdesaan. Seperti kelompok- kelompok tani, paguyuban pekerja non formal dan lainnya. Diharapkan pula, agen tersebut juga menyasar tenaga kerja non formal seperti halnya guru ngaji atau pengajar TPQ dan lain- lainnya yang selama ini aktivitasnya belum terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Budi Santoso menambahkan potensi pekerja BPU ini cukup luas. Seperti petani, tukang sayur, tukang ojek, pekerja bangunan bahkan juga pengemudi taksi.

“Karena pengemudi taksi ini selama ini bukan pekerja formal, namun upahnya hanya bagi hasil,” ujar Budi. Kenyataannya, para pengemudi taksi ini banyak yang belum menjadi peserta jaminan ketenagakerjaan.

Ia juga mengungkapkan, untuk menjadi agen satu kelompok minimal cukup lima orang. “Selain akan memberikan perlindungan yang lebih luas, pelaksanaannya memberikan nilai tambah bagi agen Perisai,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...