Pensiun, Pemilihan Sekda Tanpa Lelang

175
MASA AKHIR: Sekda Kota Solo Budi Yulistianto (kanan) bersama walikota dan wawali saat memberikan KIS. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
MASA AKHIR: Sekda Kota Solo Budi Yulistianto (kanan) bersama walikota dan wawali saat memberikan KIS. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Masa bakti Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Yulistianto sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) akan segera berakhir pada Juli mendatang. Pemkot harus segera menyiapkan pengganti sesegera mungkin. Ada kemungkinan pemilihan sekda tidak melalui mekanisme lelang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Rahmat Sutomo, Minggu (3/6). Dijelaskan bahwa tidak adanya sistem lelang pada pemilihan sekda kali ini karena  masa jabatan panitia seleksi (pansel) sekda tahun 2016 masih berlaku. Sesuai dengan regulasi masa jabatan pansel selama 2 tahun. ”Jadi nanti nggak perlu pansel lagi, kan masih berlaku,” katanya.

Karena masih berlaku, pansel dapat menggunakan hasil seleksi sebelumnya sebagai acuan untuk menyerahkan tiga nama kepada wali kota untuk dipilih satu orang sebagai sekda. Jika itu dilakukan maka akan muncul dua nama yang sebelumnya menjadi tiga besar calon sekda. Yakni Rahmat sendiri dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) dan Pemberdayaan Masyarakat (PM), Widdi Srihanto

“Ada tiga skenario yang dapat dijadikan alternatif. Pertama itu tadi (pansel), kedua penunjukan langsung oleh wali kota, dan ketiga mengangkat Plt (pelaksana tugas),” terangnya.

Tiga skenario itu, kata Rahmat, dapat dijadikan opsi oleh Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo. Seluruhnya dapat dilakukan dalam kurun waktu dua bulan ini. Menanggapi soal pergantian sekda, Rudy tak mau buru-buru menentukan sikap.

”Masih lama, nanti kalau dibahas sekarang namanya nggege mangsa. Nggak baik itu,” katanya.

Meski enggan membahas bursa sekda, dia berharap Budi Yulistyanto tidak begitu saja meninggalkan pemkot seusai pensiun. Tenaga dan pikirannya masih sangat diperlukan untuk membangun Kota Bengawan. Rudy ingin Budi berkontribusi terhadap Kota Solo dari luar pemerintahan.

”Kalau boleh memilih, saya pilih beliau ngancani saya sampai masa jabatan saya berakhir. Tetapi kita tetap butuh masukan-masukan beliau,” terang Rudy.

Sementara itu, Budi Yulis tidak mau ambil pusing terhadap calon sekda penggantinya. Dia memastikan masih banyak ASN di Pemkot Solo yang mumpuni sebagai sekda. Terkait aktivitasnya seusai pensiun, pria 65 tahun memilih untuk bersama keluarga. ”Ya momong cucu di rumah,” katanya. (irw/nik/jpg/ton)