Pemudik Jalur Laut Mulai Padat

243
MUDIK LEBIH AWAL: Sebanyak 708 pemudik tiba di Pelabuhan Tanjung Emas dengan menumpang KM Egon dari Kumai Kalimantan Tengah. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDIK LEBIH AWAL: Sebanyak 708 pemudik tiba di Pelabuhan Tanjung Emas dengan menumpang KM Egon dari Kumai Kalimantan Tengah. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – LEBARAN masih dua minggu lagi, namun pemudik dari luar Jawa sudah memadati Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Minggu (3/6) kemarin, sebanyak 708 pemudik dengan tujuan berbagai kota di Jateng, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Mereka datang dari Kumai, Kalimantan Tengah, dengan menggunakan KM Egon.

Asisten Manager Pelayanan Terminal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Yolla Immareta Santoso, mengatakan, pada 2018 ini, Pelindo III menyediakan bus untuk pemudik dengan total 88 bus yang dimulai H-10 sampai dengan H-1. Tujuannya untuk yang ke arah timur seperti Semarang, Demak, Kudus, Pati, dan paling terakhir Rembang.

Untuk daerah barat dengan tujuan akhir Tegal. Sedangkan ke arah selatan ada tujuan akhir Solo, Jogjakarta , Wonosobo, dan Purworejo. “Jadi untuk tahun ini ditargetkan sebanyak 4.500 pemudik yang ikut berpartisipasi di program mudik bersama Pelindo III,” katanya.

Lebih lanjut Yolla menambahkan, mereka juga melakukan pelayanan untuk penumpang Kapal Egon dari Pelabuhan Kumai dengan menyediakan 5 bus berkapasitas 240 tempat duduk. Pendaftaran di pelabuhan asal, kemudian dilakukan pendataan. “Sehingga ketika sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Emas ini dimaksimalkan agar rasio okupansi (keterisian bus) bisa mencapai 100 persen,” harapnya.

Yolla mengaku, sebelumnya pada 2017 ke arah timur hanya sampai di Pati. Namun, tahun

ini ditambahi Tegal, Rembang, dan Purwodadi. Selain itu tahun kemarin targetnya 2.400 pemudik dengan target yang dicapai 2.349 pemudik. Tahun ini targetnya 4.500.

Kepala KSOP Kelas I Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid, memprediksi arus mudik itu akan mencapai puncaknya pada 14 Juni. Sementara arus baliknya diprediksi mencapai puncaknya pada 19 Juni mendatang. Untuk arus mudik tersebut lebih didominasi kendaraan dari Jakarta. “Pada hari itu ada sembilan kapal. Pengamanan melibatkan polisi dan TNI AL serta dari KSOP sendiri,” katanya.

Salah seorang penumpang Kapal Egon dari Jogjakarta, Darwati, 47, mengaku memilih mudik awal untuk menghindari penumpukan penumpang. Selain itu, dia bisa lebih lama berkumpul dengan keluarga. (hid/aro)