Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr Wb Bapak Dr KH Ahmad Izzuddin MAg yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Sebelumnya mohon maaf Pak Kiai. Selama ini saya mengira bahwa setiap cairan kental yang keluar dari alat kelamin laki-laki adalah mani. Ternyata setelah saya mengaji di salah satu pengajian Ramadan, saya baru tahu adanya cairan yang keluar selain mani. Saya mohon penjelasan Pak Kiai tentang hal ini. Apakah nama dan bagaimana hukumnya cairan itu? Terima kasih dan mohon dijawab.

Sumaji di Semarang 089927689XX

Waalaikumussalam Warahmatullah Bapak Sumaji di Semarang yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Terima kasih atas pertanyaannya. Sebelumnya saya mengucapkan Alhamdulillah atas berkah yang diberikan Allah melalui  Ramadan ini. Karena di bulan yang suci ini banyak sekali diselenggarakan majelis taklim, kajian fikih dan pengajian-pengajian di radio, koran, televisi dan media sosial. Sehingga masyarakat yang masih awam akan hukum-hukum Islam dapat mengerti dan memahami agama Islam.

Memang benar apa yang Bapak Sutiyoso katakan di atas, dalam alat kelamin laki-laki memang ada 3 cairan yang keluar. Adakalanya itu adalah mani (sperma), wadi dan madzi.

Untuk mani, adalah cairan putih, kental yang keluarnya biasanya dengan tersendat-sendat, diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi dengan syahwat. Mani bisa saja keluar ketika manusia sedang dalam keadaan sadar seperti ketika sedang berhubungan suami-istri, bisa juga keluar ketika sedang dalam keadaan tertidur seperti halnya ketika dalam mimpi.

Sedangkan madzi adalah cairan berwarna kuning, kental. Pada umumnya keluarnya madzi ini saat birahi memuncak dan tidak terasa nikmat ketika keluarnya. Dan yang bisa mengeluarkannya kebanyakan adalah dari anak yang sudah baligh.

Selanjutnya adalah wadi, yaitu cairan bening, kental, keruh yang keluar setelah seseorang buang air kecil ketika kondisi tubuh tidak sehat atau bisa jadi keluar setelah membawa muatan-muatan berat. Ini bisa dialami bagi yang sudah baligh maupun yang belum baligh.

Mengenai hukumnya air mani adalah tidak najis, sedangkan madzi dan mani najis. Akan tetapi, keluarnya air mani mewajibkan seseorang mandi junub. Berbeda dengan madzi dan wadi, keluarnya tidak mewajibkan mandi besar seperti keluarnya mani. Cukup dibersihkan dan disucikan saja. Wallahu a’lam.

Sekian jawaban dan tanggapan yang dapat saya berikan, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*)