RADARSEMARANG.COM, SOLO – Baru ditinggal 10 menit pemilik rumah yang tengah beribadah shalat subuh, ternyata sebuah rumah di Jalan Bima No. 6 RT 06 RW 02, Kecamatan Serengan menjadi sasaran dua pelaku pencurian Minggu (3/6) pagi kemarin. Pemilik rumah harus mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah atas kejadian ini.

Kapolsek Serengan, Kompol Giyono mengatakan kasus ini terjadi saat pemilik rumah Gunawan Sudatmaji, 54, bersama seluruh kerluganya menjalankan ibadah shalat subuh sekitar pukul 04.53 di mushola Nur Rohman yang berjarak 20 meter dari lokasi keduamannya.

Usai menjalankan salat berjamaah, Ujiantari Retno Purwaningrum, 51, istri Gunawan memilih pulang telebih dahulu. Setibanya di gerbang rumah, wanita ini kaget karena melihat pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka. Melihat kondisi tersebut, Ujiantari langsung berlari untuk mengecek ke dalam rumahnya.

Benar saja, saat masuk ke dalam rumah, wanita tersebut melihat seorang laki-laki sedang berada di dalam kamar dan membobol lemari bajunya dan mengambil beberapa barang yang dimasukkan ke dalam tas ransel. Melihat kejadian tersebut, Ujiantari lansung berteriak. Mendengar terikan pemilik rumah, pelaku langsung lari dan mendorong Unjiantari hingga terjatuh.

“Korban langsung berusaha bangkit dan mengejar pelaku keluar rumah, namun sayang ternyata di luar sudah ada rekan pelaku yang standby menggunakan sepeda motor. Keduanya kabur ke arah selatan. Korban langsung berteriak, sehingga warga yang sedang salat mendatangi TKP, namun pelaku sudah berhasil kabur,” jelas Kapolsek.

Setelah kejadian, korban langsung melaporkan kejadian kepada pihak yang berwajib. Dari data yang diterima, maling berhasil menggondol dua gelang emas seberat 10 gram seharga Rp 5 juta, satu kalung emas seberat 5 gram seharga Rp 2,5 juta, satu unit kamera merk nikon warna orange seharga Rp 8,8 juta, serta satu handphone merk Samsung hitam seharga Rp. 2,8 juta.

”Untuk ciri-ciri pelaku, korban masih belum bisa menjelaskan secara terperinci terkait ciri-ciri pelaku, karena masih syok paska kejadian. Yang pasti pelaku menggunakan helm tertutup kaca, sehingga wajahnya tidak terlihat. Korban juga tidak sempat melihat jenis maupun plat nomor motor palaku,” tutur Kapolsek.

Atas kejadian ini, Kapolsek kambali menghimbau kepada para masyarakat untuk terus berhati-hati terutama ketika meninggalkan rumah saat  beribadah. Pasalnya pelaku kejahatan seperti ini bukan kali pertama di bulan Ramadan, hampir di seluruh daerah terjadi kasus serupa. Modus seperti ini meningkat di bulan Ramadan ini. ”Pastikan rumah dikunci, karena rumah kosong yang tidak dikunci seperti ini bisa menjadi sasaran empuk pelaku kriminal,” pungkas Kapolsek. (atn/nik)