Larang Penukaran Uang di Jalan

272

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Polres Magelang Kota melarang adanya transaksi penukaran uang baru di sepanjang ruas jalan di Kota Magelang menjelang hari raya Idul Fitri. Pasalnya, transaksi ini selain mengundang kemacetan juga dikhawatirkan mengundang tindak kriminal.

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo menegaskan, pihaknya melarang adanya transaksi penukaran uang baru dikarenakan menyimpang dari aturan yang ada. Selain itu, transaksi penukaran uang juga terlihat mencolok sehingga mengundang aksi kriminalitas.

“Secara aturan, penukaran uang ya di tempat yang diatur yaitu bank. Jika penukaran uang dilakukan di jalan, itu melanggar aturan. Terlebih jika penukaran uang mengutip uang jasa semisal menukar Rp 1.000.000 namun hanya mendapat Rp 900.000 uang baru. Jelas ini salah dan tidak boleh,” tegas Rinto.

Selain itu, adanya transaksi penukaran uang baru di sepanjang jalan akan menimbulkan potensi kemacetan. Potensi yang lebih terlihat, menurut Rinto, adanya aksi kriminalitas sebab melihat adanya kesempatan. “Untuk itu kami melarang dan mengimbau tidak ada transaksi penukaran uang di jalan. Lebih baik tukarkan uang di tempat yang ditunjuk. Padahal pihak bank sendiri mengatur dan membuka penukaran uang baru. Itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat demi keamanan,” tutur Rinto.

Jajaran Polres Magelang Kota juga akan intens melakukan patroli untuk memantau adanya transaksi penukaran uang baru di seluruh wilayah Kota Magelang. Pantauan tersebut sekaligus untuk mengantisipasi adanya uang palsu serta pemantauan kegiatan pasar dalam upaya menekan adanya mafia pangan.

“Kita rutin masuk ke pasar untuk memantau apakah ada peredaran uang palsu. Meski sejauh ini belum ada temuan maupun laporan dari masyarakat,” tukas Rinto. (had/ton)