33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Berpikir Kreatif Melalui Creative Problem Solving pada Matematika

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM – MATEMATIKA merupakan ilmu dasar yang mendasari teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia.

Peran Matematika terletak pada struktur ilmu yang keterkaitan kuat dan jelas satu dengan lainnya; dan melatih pola pikir yang konsisten. Karena itu, Matematika diberikan kepada semua jenjang sekolah untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerjasama.

Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah model pembelajaran creative problem solving. Pembelajaran model ini merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaknya adalah; mulai dari fakta aktual, sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan, identifikasi permasalahan, dan mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil unuk menentukan solusi, presentasi dan diskusi.

Tulisan ini berangkat dari penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa SMA Negeri 1 Temanggung kelas XI MIPA 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 sebanyak 32 siswa. Penelitian dilaksanakan pada 14 Januari-16 Februari 2018.

Penelitian dilakukan dengan dua siklus. Hasilnya, dengan pola pembelajaran creative problem solving, terjadi peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan permasalah program linear bermuatan pendidikan ekonomi kreatif.

Hal ini ditunjukkan dari kemampuan siswa menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru dan hasil tes evaluasi yang diperoleh siswa sangat memuaskan 90,6% nilai siswa sama dengan atau lebih dari 75. Artinya, ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dan menyelesaikan soal-soal metematika program linear. Motivasi dan aktifitas belajar siswa juga mengalami peningkatan.

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui model creative problem solving bermuatan pendidikan ekonomi kreatif, proses pembelajaran matematika pada siswa kelas XI MIPA 1 SMA N 1 Temanggung mengalami peningkatan yang signifikan. Utamanya, kemampuan siswa berpikir kreatif dalam memecahkan permasalahan program linear. Motivasi dan aktivitas belajar siswa juga meningkat. Ini bisa dilihat dari tugas mandiri yang biasanya dikerjakan di sekolah, sekarang siswa sudah mengerjakan di rumah sebagai kegiatan eksplorasi siswa tentang materi yang akan dipelajari.

Prestasi belajar matematika pun meningkat. Hal ini dilihat dari hasil tes evaluasi siswa kelas XI MIPA 1 dengan rata-rata 77,58. Artinya, nilai Matematika kelas XI Mipa 1 untuk Kompetensi Menyelesaikan Permasalahan Program Linear di atas nilai KKM.

Saran penulis, dengan metode ini, guru harus menyiapkan tugas soal yang akan dikerjakan siswa, baik secara individu maupun kelompok. Guru jangan sampai meningalkan siswa yang sedang mengerjakan soal maupun berdiskusi. Guru tetap memantau siswa dan siap menjawab pertanyan agar siswa tidak mengalami kesulitan mengerjakan tugas-tugasnyanya. Untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok, diusahakan setiap siswa mendapat giliran agar terlihat siswa yang aktif dan yang tidak aktif dalam kerja kelompok. (*/isk)

Guru SMA Negeri 1 Temanggung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hujan Es, Pohon dan Antena Radio Tumbang 

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI – Suara air hujan yang berjatuhan di genting dan seng rumah warga Tegal Rejo, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri tidak seperti biasanya, Sabtu...

Diminta Kedepankan Transparansi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan financial technology (fintech) untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Diantaranya, manajemen risiko, sehingga mendorong...

Janin 8 Bulan Dibuang Di Sungai

UNGARAN – Jembatan Kali Keboan Desa Jati Jajar, Kecamatan Bergas, tepatnya bersebalahan dengan resto Chimory mendadak dikerumuni ratusan warga, Selasa (10/1). Dikarenakan adanya penemuan...

Terlilit Utang, Pura-Pura Dirampok

WONOSOBO – Abdul Khamid, warga Dusun Jetis Kelurahan Sriwedari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang yang mengaku dirampok, berubah status jadi tersangka. Sebab, peristiwa perampokan yang...

Sutarman Sebut Taufan Tawarkan Cek

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Berkas perkara dugaan penggelapan dan penipuan, yang dilakukan Kasi Kemitraan Komunikasi dan Teknologi Informatika di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota...

Sulit Bedakan Cinta dan Ketakutan

Banyak yang sulit melepaskan diri, meski pola berpacarannya sudah diliputi kekerasan. Apakah karena cinta, sudah membutakan segalanya? Ataukah hubungan sudah terlalu dalam, kepalang malu?...