Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembelajaran Abad 21

384
Oleh: Dewi Ratih Hapsari SPd MPd
Oleh: Dewi Ratih Hapsari SPd MPd

RADARSEMARANG.COM – DUNIA pendidikan di era digital dituntut mengikuti perkembangan zaman yang semakin kompetitif. Pendidik harus mewujudkan  pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran abad 21. Tuntutan  dalam pembelajaran abad 21 meliputi empat pilar, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Perlunya penanaman nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran abad 21 bertolak dari pandangan hidup bangsa bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur dan mulia dalam masyarakat Indonesia. Nilai-nilai luhur dan mulia tersebut terkandung dalam setiap sila yang meliputi nilai-nilai dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila Persatuan Indonesia, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan  dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dengan penanaman nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran abad21, pendidikan di Indonesia memiliki keunikan dan kelebihan. Keunikan terletak pada penanaman nilai-nilai Pancasila dalam  setiap mata pelajaran sedangkan kelebihan berada dalam koridor empat pilar pembelajaran abad 21.

Pada pembelajaran abad 21,  pilar pertama, learning to know adalah pembelajaran yang memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk memperoleh pengetahuan.  Sumber belajar dapat diperoleh melalui media cetak, media audio visual, dan internet.  Pemerolehan pengetahuan oleh peserta didik dipandu pendidik melalaui tahap membaca, menghapal, menyimak baik yang terjadi di kelas maupun dalam kehidupan yang dijumpai sehari-hari.

Penanaman nilai-nilai Pancasila pada pilar kedua,  learning to know dengan cara memberi pengetahuan sederhana pada peserta didik perihal nilai-nilai Pancasila yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan nilai-nilai Pancasila yang ditampilkan dapat berupa poster, cerita bergambar, ilustrasi,  lagu, puisi, cerita fiksi maupun audio-video. Pendidik menampilkan sumber belajar tersebut dengan mengaitkan nilai-nilai Pancasila yang dapat diteladani peserta didik.

Tuntutan pendidikan abad 21 pada pilar ketiga adalah learning to do. Pada ranah ini peserta didik diarahkan memiliki keterampilan  yang berdaya guna bagi kehidupansehari-hari  dan masyarakat.  Karena sebelumnya peserta didik sudah mengalami proses learning to know yang berlandaskan nilai-nilai  Pancasila, maka keterampilan yang dimiliki peserta didik diharapkan keterampilan yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

Pilar ketiga adalah learning to be. Pada ranah ini menekankan pada karakter yang dimiliki peserta didik. Karakter yang perlu ditanamkan pada diri peserta didik adalah pengamalan  nilai-nilai Pancasila. Lima siladalam Pancasila perlu dikaitkan dalam setiap pembelajaran apapun mata pelajaran yang diajarkan. Penanaman nilai-nilai Pancasila dilakukan secara sederhana, menyenangkan, dan bukan sebuah hapalan pengetahuan.

Pada learning to life together in peace, pilar keempat mengarahkan peserta didik untuk hidup bermasyarakat dalam lingkungan yang beragam dan berbeda. Dengan memiliki pemahaman dan perilaku yang berwawasan Pancasila dimungkinkan peserta didik  untuk menghormati dan memahami perbedaan budaya, latar belakang suku, agama, dan jenis kelamin.(tj3/aro)

Guru SMP Negeri 3 Semarang