Siapa Guru Pengajar Prakarya SMP?

579
Oleh: DwiAriyanti SPd
Oleh: DwiAriyanti SPd

RADARSEMARANG.COM – KURIKULUM 2013 cukup membuat beberapa polemik di masyarakat pada umumnya dan dunia pendidikan pada khususnya. Dengan adanya kurikulum 2013 terjadi perubahan pada beberapa mata pelajaran. Ada mata pelajaran yang dihilangkan dan ada pula mata pelajaran baru yang dimunculkan. Salah satu mata pelajaran baru pada jenjang SMP adalah mata pelajaran prakarya.

Materi yang ada pada mata pelajaran prakarya jenjang SMP mencakup empat aspek antara lain kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Dengan begini sekolah harus menyiapkan guru yang berkompeten di dalam empat aspek tersebut. Ironisnya, belum ada lulusan ataupun guru yang memiliki kecakapan pada empat aspek tersebut. Perguruan  tinggi pun baru saja  memulai membuka jurusan ini. Mau tidak mau sekolah hanya mampu menyediakan guru yang keahliannya diakui hanya pada salah satu aspek tersebut.

Cakupan materi pada setiap mata pelajaran prakarya jenjang SMP juga berbeda di tiap aspeknya. Aspek kerajinan memuat materi yang ada pada mata pelajaran Fisika, Tata Busana, dan ketrampilan atau sering disebut SBK. Aspek rekayasa memuat materi dari mata pelajaran Fisika, Elektro, kelistrikan dan Bangunan. Aspek budidaya mencakup materi dari pelajaran Pertanian dan Biologi.

Sedangkan aspek pengolahan ada pada mata pelajaran tata boga.

Dengan adanya guru yang berbeda bidang yang mengajar prakarya jenjang SMP, maka solusi yang dapat diambil untuk pemenuhan guru prakarya jenjang SMP salah satunya dengan mengumpulkan para guru pada suatu wadah, yang populernya disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Di sini, guru dari berbagai bidang keahlian yang ditunjuk untuk mengajar prakarya setiap jenjang SMP dapat bertemu dan bertukar pikiran sembari menyalurkan keahliannya kesesama guru prakarya, walaupun dari bidang studi yang berbeda. MGMP  ini dapat dilaksanakan dengan sekolah yang lain ataupun guru dalam satu sekolah baik bertemu secara langsung ataupun melalui media sosial.

Selain MGMP, guru pengajar prakarya juga dapat mencari materi yang dibutuhkan dan belajar dari streaming internet karena di zaman maju ini semua orang tidak dapat terlepas dari internet. Internet menyediakan semua hal yang dibutuhkan seperti materi, buku elektronik, contoh soal dan yang lainnya. Pengembangan pembelajaran dikelas pun masih dapat dibantu oleh guru bidang studi di sekolah dengan menerapkan pembelajaran berbasis Lesson Study di mana sebelum mengajar guru-guru yang tergabung dalam guru mata pelajaran prakarya dapat bertemu terlebih dahulu untuk membahas materi dan langkah pembelajarannya. Hal ini dinilai efektif karena sebelum mulai pembelajaran direncanakan bersama terlebih dahulu dan setelah selesai juga dievaluasi hasil pembelajarannya secara bersama.

Pada dasarnya semua guru yang “berlabelkan” lulusan IPA, Elektro, Kelistrikan, Bangunan, Tata Busana, Tata Boga, dan Pertanian dapat mengajar mata pelajaran prakarya jenjang SMP. Kunci sukses sebenarnya dalam mengajar mata pelajaran prakarya jenjang SMP adalah tidak malu bertanya kepada ahlinya, mau belajar dan berlatih, serta rajin membuat alat peraga maupun media pembelajaran yang mampu mempermudah peserta didik dalam memahami materi. Dengan demikian, mata pelajaran prakarya jenjang  SMP bukan lagi menjadi pelajaran yang benar-benar baru dan tidak bisa diatasi. (igi2/aro)

Guru Prakarya SMP Negeri 7 Salatiga