33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Menristek Minta Rektor-Rektor Tindak Tegas

Undip Copot Sementara Jabatan Prof Suteki

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tingggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta seluruh rektor di Indonesia tegas menindak penyebar paham radikalisme hingga aksi terorisme di lingkungan kampus. Sebab, persaudaraan atau ukhuwah manusia, apapun agamanya dan sukunya, harus tetap dijaga dan menjalin silaturahim.

“Jika ada paham tersebut di lingkungan kampus, entah itu dosen atau mahasiswa harus diluruskan dengan pandangan yang baik dan tegas,” katanya di sela acara Tarawih Keliling (Tarling) di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat malam (1/6) kemarin.

Menurutnya, kalau ada dosen atau mahasiswa yang memiliki pemikiran tentang radikalisme, jauh dari nasionalisme, berarti tidak punya rasa cinta kepada NKRI. Kalau ditemukan di Unnes, maka Rektor Unnes harus melakukan tindakan.

Sementara itu, Rektor Unnes, Fathur Rokhman mengatakan tarling sengaja dilaksanakan di Unnes, bertepatan dengan hari Kelahiran Pancasila harus diresapi masyarakat kampus lebih bersemangat, berbagi, dan berprestasi. “Ini dalam upata merekatkan harmoni satu sama lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Undip, Prof Suteki dibebastugaskan sementara dari jabatannya selama menjalani pemeriksaan Dewan Kehormatan Komite Etik (DKKE) Undip. Yakni, atas tindakannya terkait ujaran yang diduga bertentangan dengan Pancasila dan NKRI serta diduga memiliki keterlibatan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menjelaskan bahwa Undip telah memanggil sejumlah dosen untuk iperiksa terkait pelanggaran etik dan disiplin PNS. “Dua hal ini, satu sisi masalah pelanggaran etik, yakni etikanya. Jangan dianggap enteng, berat itu. Tetap diperiksa data-data oleh tim Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE). Satu sisi, diperiksa untuk pelanggaran disiplin PNS-nya. Ini dasarnya PP 53 tahun 2010,” kata Prof Yos kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurutnya, mengacu pada PP 53 tahun 2010, ASN yang memegang jabatan akan dibebastugaskan dari jabatannya sementara, mulai awal proses hingga pemeriksaan selesai. “Saya sudah menandatangani surat pembebastugasan pejabat-pejabat yang terperiksa, baik jabatan A, jabatan B, jabatan C,” imbuhnya.

Namun demikian, Yos tetap enggan menyebutkan siapa saja pengajar yang dimaksud. Akan tetapi, lanjut dia, masa berlaku pembebastugasan tersebut per 6 Juni mendatang, bersamaan dengan mulainya proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. “Sementara baru 1 orang dulu. Ditandatangani sekarang tapi berlakunya nanti (6 Juni),” tegasnya.

Salah satu yang sudah dipanggil oleh DKKE Undip adalah Prof Suteki, yang sempat viral terkait unggahannnya yang mengacu pada pembelaannya terhadap HTI. “Sudah (dipanggil) yang di DKKE, sudah diperiksa,” tegasnya.

Lebih lanjut, mengacu pada PP 53 tahun 2010 untuk ASN yang terbukti melanggar disiplin bisa dikenai berbagai jenis sanksi termasuk pemecatan. Namun hal tersebut merupakan wewenang dari menteri. “Di PP 53 banyak sanksi. Beliau golongan 4, golongan 4 bukan kewenangan rektor, tapi kewenangan menteri. Kami memeriksa, dan mengidentifikasi. Sanksi di menteri. Kalau di PP 53 sampai pemecatan bisa,” tandas Yos.

Prof Suteki sendiri melalui siaran persnya menyatakan bahwa pada Kamis (31/5) lalu telah mendatangi DKKE Undip guna melakukan klarifikasi. Suteki menjelaskan perihal postingannya. Ia secara tegas membantah postingan di akun facebooknya merupakan bentuk anti NKRI dan Pancasila. “Saya menulis karena background saya dari kacamata hukum, kemudian saya juga seorang muslim. Saya orang hukum, saya juga muslim, dan ngerti serta memahami kondisi negara ini,” tandasnya. (den/tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Terpikat Dunia Desain

MENDESAIN bagi Kristian Ayu Wardhani merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Baginya dunia desain membuatnya terus berkreasi menuangkan imajinasinya dalam bentuk karya yang bernilai jual. Salah...

Jadi Teladan Bagi Generasi Muda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jajaran pimpinan dan anggota DPRD Jateng, Pemprov, serta pengurus DPD PDI Perjuangan Jateng melakukan penghormatan terakhir kepada Nuniek Sri Yuningsih. Ketua...

Optimistis Tuntas Sesuai Rencana

SEMARANG- Jelang akhir 2017, sejumlah proyek pembangunan Pemkot Semarang masih dalam pengerjaan. Namun tak sedikit yang masuk tahap finishing. Seperti sejumlah proyek yang dilakukan...

Butuh Mata Pelajaran Religiusitas Indonesia

SALATIGA - Berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini, merupakan akibat dari tidak solidnya pendidikan nasional. Selain itu juga disebabkan...

Belum Ada Parpol Mendaftar

TEMANGGUNG-Memasuki hari keempat masa pendaftaran, belum ada satupun partai politik yang resmi mendaftar sebagai peserta pemilu tahun 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temanggung....

Ritual Sangsing Berlangsung Khidmat

SEMARANG-Jelang tahun baru Imlek 28 Januari mendatang, Kelenteng Tay Kak Sie disibukkan dengan beragam rangkaian acara. Sabtu sore (21/1) kemarin, digelar acara Sembahyang Sangsin...