PKL Depan Menara Direlokasi

254
KURANG SEDAP DIPANDANG: PKL di sepanjang jalan sekitar Menara Kudus bakal direlokasi ke Terminal Bakalan Krapyak. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KURANG SEDAP DIPANDANG: PKL di sepanjang jalan sekitar Menara Kudus bakal direlokasi ke Terminal Bakalan Krapyak. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Pedagang kaki lima (PKL) depan Menara Kudus ke timur segera direkolasi. Hal ini berdasarkan instruksi Bupati Musthofa saat tinjauan ke kewasan wisata religi tersebut, Senin (28/5) lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid PKL Sofyan Dhuhri mengatakan, PKL di kawasan tersebut jumlahnya ada 38 pedagang. Mereka sudah diundang ke kantor untuk diberikan pengarahan. ”Keberadaan PKL itu dianggap menganggu kenyamanan serta keindahan di lingkungan Menara Kudus. Hal itu setelah Bupati Kudus Musthofa melakukan pengecekan di sekitar Menara Kudus. Pak Bupati lantas meminta segera dipindahkan dari lokasi tersebut,” katanya.

Menindaklanjuti perintah bupati, beberapa waktu lalu pedagang diberikan pembinaan serta diberitahu jika akan dipindah. Rencananya, mereka dialihkan ke Terminal Bakalan Krapyak.

Namun, itu tergantung dari persiapan lokasi di Terminal Bakalan Krapyak. Misalkan sudah siap tempatnya untuk menampung mereka, maka PKL depan Menara Kudus segera dipindahkan.

”Kami upayakan mencarikan tempat yang masih dilalui orang. Pindah tempat baru memang butuh penyesuaian. Diharapkan pedagang tidak pesimistis dagangannya tidak laku,” tandasnya.

Para PKL tersebut berjualan jenang, aksesoris, dan beberapa dagangan lain. Sofyan mengatakan, mereka kooperatif dan mau dipindahkan, asalkan tempat berjualan yang baru dilewati peziarah yang turun dari bus pariwisata.

Salah satu pedagang, Rukmini mengatakan, sebenarnya agak keberatan pindah, tapi kalau lainnya dipindah dia ikut saja. Syaratnya, lokasi jualan yang dilewati peziarah. ”Saya sudah puluhan tahun jualan jenang. Sekarang malah mau digusur dan pindah ke Terminal Bakalan Krapyak. Ya, ikut saja aturannya pemerintah. Laris dan tidaknya sudah risiko pedagang. Tapi saya mohon ditempatkan lokasi yang dijamah orang,” harapnya. (san/lil/lin/jpg/ton)