33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

PKL Depan Menara Direlokasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Pedagang kaki lima (PKL) depan Menara Kudus ke timur segera direkolasi. Hal ini berdasarkan instruksi Bupati Musthofa saat tinjauan ke kewasan wisata religi tersebut, Senin (28/5) lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid PKL Sofyan Dhuhri mengatakan, PKL di kawasan tersebut jumlahnya ada 38 pedagang. Mereka sudah diundang ke kantor untuk diberikan pengarahan. ”Keberadaan PKL itu dianggap menganggu kenyamanan serta keindahan di lingkungan Menara Kudus. Hal itu setelah Bupati Kudus Musthofa melakukan pengecekan di sekitar Menara Kudus. Pak Bupati lantas meminta segera dipindahkan dari lokasi tersebut,” katanya.

Menindaklanjuti perintah bupati, beberapa waktu lalu pedagang diberikan pembinaan serta diberitahu jika akan dipindah. Rencananya, mereka dialihkan ke Terminal Bakalan Krapyak.

Namun, itu tergantung dari persiapan lokasi di Terminal Bakalan Krapyak. Misalkan sudah siap tempatnya untuk menampung mereka, maka PKL depan Menara Kudus segera dipindahkan.

”Kami upayakan mencarikan tempat yang masih dilalui orang. Pindah tempat baru memang butuh penyesuaian. Diharapkan pedagang tidak pesimistis dagangannya tidak laku,” tandasnya.

Para PKL tersebut berjualan jenang, aksesoris, dan beberapa dagangan lain. Sofyan mengatakan, mereka kooperatif dan mau dipindahkan, asalkan tempat berjualan yang baru dilewati peziarah yang turun dari bus pariwisata.

Salah satu pedagang, Rukmini mengatakan, sebenarnya agak keberatan pindah, tapi kalau lainnya dipindah dia ikut saja. Syaratnya, lokasi jualan yang dilewati peziarah. ”Saya sudah puluhan tahun jualan jenang. Sekarang malah mau digusur dan pindah ke Terminal Bakalan Krapyak. Ya, ikut saja aturannya pemerintah. Laris dan tidaknya sudah risiko pedagang. Tapi saya mohon ditempatkan lokasi yang dijamah orang,” harapnya. (san/lil/lin/jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Guru Jangan “Menghakimi” Siswa Tanpa Bukti

RADARSEMARANG.COM - “BU, saya mau konsultasi tentang anak saya katanya kok gak mau masuk sekolah, takut sama Pak  X. Kata anak saya Pak X...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

Hari Ini, Pameran AITE Dibuka Gubernur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jateng-DIY akan menyelenggarakan pameran Amphuri Islamic Travel Expo (AITE) 2018 di Mal Paragon, 20-22...

Ganjar Bantu Urai Persoalan Warga Tarisi

RADARSEMARANG.COM, CILACAP - Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi dua lokasi pascabencana di Cilacap, Jumat (27/4). Salah satunya Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja yang selama...

Peminjam Terbesar Perusahaan Logistik dan IT

Layanan Pinjam Meminjam Uang Langsung Berbasis Teknologi Informasi atau Peer to Peer Lending (P2P) Financial Technology (Fintech) saat ini sedang booming. Ini merupakan bagian...

Sudah Berhubungan Seks, Biasanya Sulit Lepaskan Diri

BANYAKNYA kasus kekerasan dalam pacaran, merupakan fenomena yang terjadi karena faktor individunya sendiri. Sedangkan wanita cenderung menjadi korban, karena disebabkan karena adanya sejumlah faktor....