Pertamina Siapkan Alternatif Penyaluran BBM

212
KESIAPAN BBM : Menteri BUMN Rini Soemarno, meninjau kesiapan sarana dan prasarana TBBM Pengapon, PT Pertamina, Kota Semarang, Jumat (1/6) kemarin. (NUR CHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
KESIAPAN BBM : Menteri BUMN Rini Soemarno, meninjau kesiapan sarana dan prasarana TBBM Pengapon, PT Pertamina, Kota Semarang, Jumat (1/6) kemarin. (NUR CHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau kesiapan Pertamina menghadapi arus mudik di Jateng-DIJ. Mulai dari keamanan stok hingga kesiapan armada, termasuk alternatif penyalurannya.

“Jateng-DIJ merupakan daerah yang padat setiap musim mudik. Tahun ini tekanannya juga lebih besar, karena jalan tol sudah lebih panjang. Karena itu, tim Pertamina harus melakukan penyesuaian dengan baik,” ujarnya di sela kunjungan ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Semarang Group, kemarin.

Terkait hal tersebut, Plt Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati menyatakan bahwa pihaknya berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan memaksimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) BBM dan Elpiji Idul Fitri 2018 yang akan mulai aktif bekerja terutama pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri. “Kami telah mengantongi titik rawan peningkatan konsumsi BBM dan elpiji terutama di beberapa titik jalur mudik Pantura yang memiliki potensi kenaikannya paling signifikan,” ujarnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menambahkan, selama Puasa dan Idul Fitri 2018, Pertamina memprediksi konsumsi BBM harian secara nasional diperkirakan naik rata-rata 15 persen dibandingkan masa Satgas Mudik tahun lalu. Untuk mengantasipasi hal tersebut, Pertamina akan meningkatkan stok dan penyaluran BBM selama Puasa dan Idul Fitri dimana BBM jenis gasoline disiapkan rata-rata 104 ribu kiloliter per hari dan gasoil rata-rata sebesar 33,9 ribu kiloliter per hari.

“Titik krusial adalah di jalur tol dan non tol di wilayan Pantura, sehingga kami menyiagakan beberapa alternatif penyaluran pasokan BBM untuk memaksimalkan layanan kepada pemudik,” ujarnya.

Di wilayah Banten, DKI dan Jawa Barat dari Merak hingga perbatasan Brebes, Pertamina menyiagakan 4 Serambi Pertamax, 23 KiosK Pertamax, 30 unit motoris, 50 Kantong BBM (Truk Tangki BBM yang di siagakan di SPBU untuk memudahkan pendistribusian) dan 3 Mobile Dispencer (Truk Tangki BBM yang disiagakan di SPBU untuk memundahkan pendistribusian).

Sementara untuk wilayah Jateng dari jalur Brebes sampai dengan Sragen, Pertamina akan menyiapkan 6 Serambi Pertamax, 25 KiosK Pertamax, 200 unit motoris, 27 Kantong BBM, serta 11 unit Mobile Dispencer.

“Jika dibandingkan tahun lalu, sarana pasokan yang disiapkan saat ini meningkat drastis, karena adanya kemungkinan titik padat pemudik di jalur Gandulan – Pemalang, Krapyak – Pemalang dan Ngasem –Kartosuro,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan penyaluran elpiji pada Ramadan dan Idul Fitri 2018 yang diperkirakan puncaknya akan terjadi pada minggu terakhir menjelang Idul Fitri, dengan kenaikan sekitar 17 persen dari rata-rata harian 23.124 metrik ton menjadi 27.000 metrik ton. Pertamina juga telah meningkatkan ketahanan stok elpiji menjadi rata-rata 17,6 hari. Dari sisi distribusi, Pertamina akan menyiagakan 3.094 agen elpiji PSO dan NPSO serta 31.612 pangkalan elpiji PSO di seluruh Indonesia. “Kami juga akan menyiagakan 48 SPPBE Kantong di Pulau Jawa untuk memastikan kelancaran suplai elpiji selama arus mudik,” ujar Adiatma.

Pertamina juga membuka Posko Pengaduan melalui Contact Pertamina 1 500 000 serta Posko Pengaduan di tiap Marketing Operation Region (MOR) di seluruh Indonesia berkoordinasi dengan Posko Satgas Nasional ESDM. Masyarakat dapat menyampaikan kondisi ketersediaan BBM dan elpiji di wilayahnya, termasuk jika adanya pelanggaran di Agen dan SPBU. (dna/ida)