Peringati Harlah Pancasila dengan Berbagi Sesama

326
BERBAGI : BPPH Pemuda Pancasila (PP) Jawa Tengah berbagi takjil dan buka bersama kepada kaum duafa sekaligus untuk memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2018. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAGI : BPPH Pemuda Pancasila (PP) Jawa Tengah berbagi takjil dan buka bersama kepada kaum duafa sekaligus untuk memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2018. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Jawa Tengah mengusung konsep merakyat dan penuh hikmah, dalam memperingati hari lahir (Harlah) Pancasila 1 Juni, yang tahun ini bertepatan di tengah bulan suci Ramadan.  Konsep tersebut diwujudkan dengan cara bagi takjil, buka bersama, salat tarawih bareng dan sahur on the road. Diperuntukkan kepada kaum duafa di seputar jalanan Kota Semarang.

“Acara ini, selain memperingati lahir Pancasila, bersamaan saat ramdhan dan malam Nuzu’ul Quran. Bagaimana dalam semalam memakmurkan ramadhan dan lahirnya Pancasila,” kata Ketua BPPH PP Jateng, Dwi Nuryanto didampingi sejumlah pengurus dan anggotanya, di sela acara, Jumat (1/6) petang.

Dikatakannya, agar momentnya tidak terlalu religius maka disisipkan materi refleksi kebangsaan, seperti saat tarawih bersama. Ia berharap kegiatan tersebut, bisa memberi manfaat dan fungsi penguatan serta bersama menanamkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, peringatan Harlah Pancasila menjadi momen penting dan bermakna di tengah bulan Ramadan.

“Untuk memaknai, memahami jiwa Pancasialis sejati. PP lahir karena ada Pancasila, karena momennya bersaaan Ramadan, menjadi rangkaian untuk meningkatkan keimanan dan kebersamaan. Kita tunjukan loyalitas kader BPPH sejati dan akan dilihat,” imbuh Ketua Dewan Pembina BPPH Jateng, Khairul Anwar.

Terpisah, Ketua Panitia Acara, Abu Khoer, mengatakan buka bersama sengaja diadakan di depan kantor BPPH PP Jateng di Jalan Veteran dengan angkringan nasi kucing, agar memiliki makna sendiri. Ia mengatakan, nasi kucing sebagai simbol, bagaimana ekonomi kerakyatan kita sedang diuji dan harus diperhatikan.

“Kami juga ingin merubah image pengacara yang esklusif dan ingin sampaikan kami hadir, siap membantu, memperjuangkan hak rakyat kecil pencari keadilan,” sebutnya. Sementara, sahur on the road digelar dengan pembagian 400 paket sahur untuk kaum dhuafa, fakir miskin di jalan protokol. (jks/zal)