33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Keren dengan Prestasi, Bukan dengan Bully

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COMSETIAP orang mampu untuk membuat perubahan baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya, tak terkecuali cerita Sri Pundawati, yang akrab dipanggil Sripun, seorang siswi SMPN 17 Semarang inspirator anti-bullying  yang mampu “mencuri” hati pemain sepakbola legendaris dunia sekaligus Duta Kehormatan UNICEF, David Becham yang berkunjung ke Semarang baru-baru ini. Hal tersebut tidak berlebihan mengingat betapa bullying menjadi salah satu masalah yang terlihat sepele namun sangat mengganggu kenyamanan siswa di sekolah.

Secara umum, bullying bisa diartikan merupakan berbagai tindakan mengintimidasi dan memaksa orang lain atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional  melalui pelecehan dan penyerangan. Namun sayangnya, kita menganggap bahwa bullying adalah sesuatu lelucon yang wajar jika tidak menimpulkan korban secara fisik. Berangkat dari hal tersebut, mari kita mengupas sedikit mengapa bullying, hal sepele yang sering kita lihat dan bahkan tanpa kita sadari telah kita lakukan, pantas untuk dihentikan di lingkungan sekolah.

Bentuk bullying sangatlah beragam, mulai dari bentuk fisik seperti pukulan, verbal seperti ejekan, memaki-maki; maupun psikologis seperti pengabaian atau mengisolasi orang lain. Bullying secara fisik akan lebih mudah dikenali daripada bullying secara psikologis. Namun, bullying secara fisik biasanya tidak serta merta dirasakan korban tanpa bullying secara psikologis terlebih dulu bahkan dapat dilakukan secara bersamaan. Bahkan yang luput dari pengamatan kita, bullying juga sering terjadi melalui media sosial, yang sering kita sebut cyberbullying. Contohnya dengan menulis status yang dengan sengaja ditujukan untuk mengintimidasi orang lain, maupun mengomentari suatu hal atau kejadian dengan niat mengejek, memaki maupun merendahkan. Dalam kasus ini, pelaku merasa lebih aman dan nyaman melakukan cyberbullying karena mereka bebas melakukannya tanpa dilihat atau diketahui oleh korban.

Padahal dampak bullying pun sangat beragam mulai dari dampak yang sangat ringan seperti takut datang ke sekolah, prestasi sekolah menurun hingga sangat parah, suicide misalnya. Bagi korban, bullying dapat merampas rasa percaya diri mereka. Bahkan dampak jangka pendeknya pun akan mudah dirasakan oleh siswa korban bullying, antara lain mereka akan merasakan kesulitan tidur, kesulitan konsentrasi di kelas atau kegiatan apapun, sering membuat alasan untuk bolos sekolah, tiba-tiba menjauhkan diri dari aktivitas yang disukai sebelumnya, tampak gelisah, lesu dan putus asa terus-menerus.

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi bullying yang dapat dilakukan pihak sekolah adalah: Pertama, dengan mengevaluasi kurikulum sekolah yang sudah ada. Antara lain dengan memasukkan anti-bullying kedalam kurikulum sekolah kedalam program sekolah yang nyata, contohnya dengan mengadakan gerakan sekolah yang menyenangkan, selain itu, mengadakan kontrol awal saat siswa masuk sekolah dengan mensosialisasikan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh siswa dengan sepengetahuan wali siswa maupun pihak-pihak yang berkepentingan. Sejalan dengan itu, sistem pengurangan poin oleh guru bimbingan konseling juga dapat membantu mendisiplinkan siswa di sekolah, bila disertai dengan memberikan hukuman yang mendidik, contohnya diberi tugas tambahan, dan lain sebagainya.

Kedua, dengan mengadakan program yang melibatkan adik kelas dengan kakak kelasnya, atau biasa yang disebut “buddy system”. Dalam program tersebut, adik kelas mendapatkan bimbingan dari kakak kelasnya, maupun sebaliknya, adik kelas juga dapat meminta bantuan apapun yang berkaitan dengan tugas akademis dengan kakak kelasnya. Ketiga, ikutkan siswa ke dalam kegiatan-kegiatan baik intra maupun ekstrakurikuler sekolah sebagai bentuk keterlibatan mereka dalam memajukan prestasi maupun memupuk kepercayaan diri mereka. Karena dengan berorganisasi, mereka akan memiliki kemampuan bersosialisasi, berwawasan luas dan percaya diri. Keempat, belajar untuk berani berkata “TIDAK” untuk bullying, dan jika memang sudah terjadi, laporkan kepada pihak sekolah maupun orang tua. Dan yang terpenting, mari kita buat perubahan mulai dari diri sendiri dan saat ini juga! (igi2/aro)

Guru SMP Negeri 3 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tambang Batu Longsor, Seorang Pekerja Tewas

KEBUMEN—Musibah longsor yang menelan korban jiwa di lokasi penambangan kembali terjadi. Ahmad Fauzan, 35, warga Dukuh Sumberan RT 05 RW 02 Desa Karang Kembang...

Hadapi Customer dengan Profesional

MENJADI seorang marketing mobil membuat Dian Prihatiningsih harus terus belajar di bidang penjualan ini. Maklum saja, gadis berkulit putih yang akrab disapa Dian ini...

Efektif Tanamkan Budi Pekerti

RADARSEMARANG.COM - WIDYO Leksono ‘Babahe’, sosok seniman kawakan di Semarang yang masih konsisten menjadi seorang pendongeng dari sekolah ke sekolah. Wajar, jika pria berambut...

Ibu-Anak Tewas Ditabrak Avanza

MAGELANG–Kecelakaan yang melibatkan Avanza dan pemotor menyebabkan dua orang tewas. Korban ibu dan anak balitanya. Penyebabnya, sopir Avanza nopol AA 8943 MB, Islachudin, 35,...

TKI Kendal Sumbang 200 Ekor Kambing

KENDAL—Tenaga kerja Indonesia (TKI) Kendal yang tergabung dalam komunitas muslim Singapura menyerahkan 200 ekor kambing ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal. Yakni agar...

Prestasi SD Mutual Diapresiasi Disdikbud Kota Pekalongan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Keberhasilan SD Muhammadiyah 1 (Mutual) Kota Magelang dalam menorehkan prestasi akademik serta pengelolaan manajemen pendidikan berkualitas baik di tingkat kota, provinsi...