Gringsing-Weleri Titik Macet

Korlantas Siapkan Opsi Rekayasa Lalin

423
TINJAU TOL:  Kakorlantas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa (paling kiri) saat meninjau tol fungsional Batang-Semarang dengan bersepeda, Jumat (1/6) siang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG) 
TINJAU TOL:  Kakorlantas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa (paling kiri) saat meninjau tol fungsional Batang-Semarang dengan bersepeda, Jumat (1/6) siang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG) 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Titik rawan kemacetan arus mudik 2018 di jalur tol Kendal-Batang diperkirakan berada di Gringsing-Weleri. Pasalnya, Jembatan Kalikutho belum bisa dilalui untuk jalur mudik hingga H-2 Lebaran.  Seluruh kendaraan pemudik yang melalui tol Batang-Semarang akan keluar di Gringsing Exit (Grixit) Batang dan akan kembali diarahkan masuk melalui pintu tol Weleri Kendal. Untuk masuk ke pintu tol Weleri telah dibuatkan jalur dengan membongkar median jalan sebagai jalur fungsional masuk tol.

“Jalur ini nantinya akan dijaga 24 jam penuh oleh petugas Satlantas Polres Kendal,” kata  Kepala Korp Polisi Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri, Irjen Royke Lumowa, saat meninjau tol fungsional Batang-Semarang, Jumat (1/6) siang.

Baca juga: 
Penataan Terminal Masih Semrawut

Tinjauan kesiapan tol itu dilakukan dengan gowes bareng dari Gringsing ke Semarang. Kakorlantas sempat melihat jalur pantura perbatasan Batang-Kendal yang diperdiksi akan menjadi titik krusial saat arus mudik. Royke juga meninjau pekerjaan Jembatan Kalikutho yang belum selesai. Sehingga rencananya akan dilakukan rekayasa lalu lintas di perbatasan Kendal-Batang. Pihaknya telah menyiapkan dua opsi rekayasa lalu lintas di perbatasan Kendal-Batang.

“Kendaraan yang melintas tol fungsional Batang-Semarang akan keluar di flyover Gringsing dan melintas jalur pantura hingga masuk lingkar Weleri. Jika jalur pantura lengang, maka kendaraan terus melaju di lingkar Weleri hingga ke Kota Semarang,” jelasnya.

Opsi lainnya jika ada kepadatan di pantura, maka kendaraan yang keluar dari flyover Gringsing akan kontra flow sepanjang satu setengah kilometer, kemudian masuk di pintu tol Weleri. “Kontra flow dilakukan agar tidak terjadi persimpangan di lingkar Weleri yang bisa mengakibatkan kemacetan,” imbuhnya.

Saat peninjauan dengan bersepeda, Kakorlantas melihat kesiapan jalur yang akan digunakan arus mudik. Meski masih ada jalan yang belum dibeton, namun secara keseluruhan jalan tol fungsional ini sudah bisa dilalui.

Sedangkan untuk Jembatan Kalikutho baru akan selesai pada H-2, sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas. Untuk puncak arus mudik yang melintas di Pantura Kendal diperkirakan pada 9 atau 10 Juni 2018 mendatang.

Bagian Umum PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Andi Susilo, mengatakan, operasional tol Batang-Semarang telah disiapkan sebagai jalur fungsional.  Pada jalur tersebut telah disiapkan empat titik tempat parkir dan empat rest area.

“Tempat parkir dilengkapi musala dan toilet portable. Sedangkan rest area dilengkapi musala, toilet portable, tenda istirahat, SPBU portable, dan tenda P3K.  Di sana juga ditempatkan petugas untuk membantu pemudik,” jelasnya.

Sementara itu, jalan tol Semarang-Solo ruas Salatiga-Kartasura dipastikan hanya berstatus fungsional untuk mudik Lebaran tahun ini. Meski begitu, pihak pengelola akan melengkapi fasilitas penunjang jalan untuk memaksimalkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol.

Pimpro jalan tol Salatiga-Kartasura, Edi Priyono, menjelaskan, hingga akhir Mei kemarin, progres konstruksi masih di angka 90 persen. “Secara pembangunan jalan, sudah bisa dilewati sementara untuk mudik. Jadi, statusnya masih fungsional, belum bisa operasional. Nanti pengguna yang lewat tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya, Jumat (1/6).

Meski begitu, pihaknya tetap mengoptimalkan fasilitas jalan. Antara lain, lampu-lampu penerangan jalan di titik-titik kritis. Sebab, ada beberapa lokasi yang dianggap rawan kecelakaan. “Sebenarnya fungsional hanya dibuka dari pukul 06.00-17.00 saja. Tapi, karena ada permintaan dari Polda, kami akan buka sampai pukul 21.00. Untuk penerangannya, kami siapkan PJU sementara di titik-titik kritis dan rambu-rambu tentunya. Termasuk personel yang jaga di persimpangan sebidang. Karena, di tol fungsional Salatiga-Kartasura ini ada 10 titik perlintasan sebidang,” paparnya.

Untuk memberi kenyamanan kepada para pemudik yang melintas di ruas tol fungsional Salatiga-Kartasura, lanjutnya, akan disiapkan dua lokasi rest area. Salah satunya di Koripan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga, Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Jateng, Hanung Triyono, menjelaskan, selain ditemukan adanya titik rawan kecelakaan, ada catatan lain yang perlu diperhatikan pada ruas Salatiga-Kartasura. Yakni, ada satu jembatan yang tidak mungkin selesai pembangunannya dan dilalui saat arus mudik Lebaran nanti. Jembatan Kenteng yang berada di Seksi 3 dan 4 tol Semarang-Solo sepanjang 32 kilometer.

Menurutnya, jembatan tersebut menjadi titik kritis fungsional yang harus dihadapi di ruas tol Salatiga-Kartasura saat arus mudik Lebaran mendatang. Jembatan Kenteng sepanjang 496 meter dengan jumlah pilar sebanyak 13 buah dengan tinggi 40 meter ini memang molor dari jadwal konstruksi. Sebab, sempat mengalami perubahan desain dari Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan (KKJTJ). “Jembatan itu molor pembangunannya dan baru mencapai progres konstruksi 48 persen,” paparnya.

Karena itu, pihak pelaksana proyek akan membuat jalan darurat di bawah Jembatan Kenteng dengan konstruksi rigid pavement. Direncanakan, akan dibuat sepanjang 495 meter dengan lebar 7 meter. ” Selain itu, juga ada tiga jembatan yang dikebut pembangunannya. Total konstruksi yang sudah tercapai 90 persen,” katanya.  (bud/amh/aro)