Oleh: Sri Handayani SPd
 Oleh: Sri Handayani SPd

RADARSEMARANG.COM – MENJAMURNYA pasar modern di perkotaan, membawa kekhawatiran terhadap eksistensi pasar tradisional. Pasar modern merupakan pasar yang bersifat modern, di mana barang dagangannya diperjualbelikan dengan harga yang pas tanpa proses tawar-menawar dan dengan pelayanan yang baik. Sedangkan pasar tradisional adalah tempat berinteraksi sosial antara pedagang dan pembeli. Proses jual-beli biasanya melalui proses tawar-menawar harga, dan harga yang diberikan untuk suatu barang bukan merupakan harga tetap, dalam arti lain masih dapat ditawar.

Kekhawatiran pelaku pasar tradisional bukan tanpa sebab, karena sejak munculnya pasar modern ini jumlah konsumen yang ada di pasar tradisional bisa dikatakan menurun. Terlebih lagi kemunculan pasar modern yang seolah – olah didukung oleh pemerintah, sedangkan pasar tradisional justru direlokasi tanpa ada tindak lanjut yang menguntungkan pelaku pasar tradisional.

Padahal ketika kita mau menilik lebih dalam lagi, justru pasar tradisional ini memiliki beberapa keunggulan yang dapat memanjakan konsumennya. Keunggulan tersebut di antaranya: Pertama, kondisi produk yang dijual di pasar tradisional masih fresh, misalnya  sayuran buah hingga daging. Kedua, solidaritas antarpenjual, yang menyebabkan pasar tradisional tidak ada monopoli dagang. Ketiga, jam buka pasar, pasar tradisional umumnya dapat ditemukan di berbagai tempat dan pada waktu kapanpun. Bahkan jam 2 pagi pun bisa berbelanja ke pasar tradisional. Keempat, harga jual produk, di pasar tradisional tidak akan menemukan harga pasti, setiap penjual akan menawarkan harga jual masing-masing yang berbeda satu sama lain.

Dengan keunggulan yang ditawarkan oleh pasar tradisional tersebut tidak serta merta membuat para konsumennya loyal. Pasar modern dengan memiliki pelayanan yang baik (lingkungan nyaman, pelayanan yang ramah, banyak diskon) akan memunculkan gengsi dan kepuasan tersendiri bagi para konsumen. Sehingga akan lebih mudah untuk menarik konsumen untuk hadir di pasar modern. Sedangkan pasar tradisional umumnya memiliki pelayanan yang kurang baik (lokasi berada ditempat yang terbuka dan kotor, pelayanan yang kurang ramah).

Di sinilah campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk dapat mengatasi permasalah tersebut. Disisi lain pasar modern harus tetap berkembang, dan disisi lain pasar tradisional juga harus tetap eksis. Sebenarnya pemerintah telah memiliki pedoman  dalam penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2017. Namun dalam pelaksanaannya saja yang kurang maksimal, sehingga pertumbuhan pasar modern semakin pesat, dan pasar tradisional tergusur.

Pemerintah dalam melakukan perbaikan/relokasi pasar tradisional seharusnya tidak hanya sebatas memperbarui tempat jualannya saja, melainkan melalui pengelola pasar lebih melihat lagi ke pelayanan/perilaku para pedagang pasar. Ketika pelayanan/perilaku para pedagang pasar ditingkatkan, maka diharapkan pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern dan menghadirkan para konsumen di karenakan  pelayanan/perilaku para pedagang yang lebih baik. (igi2/aro)

Guru IPS SMP Negeri 7 Salatiga