RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Proyek pembangunan tanggul sepanjang 8,3 kilometer, saat ini sudah dimulai. Pembangunan tanggul yang menelan biaya sebesar Rp 517 miliar, itu akan dibangun di sepanjang Sungai Sragi Baru Kecamatan Sragi hingga Krematorium, Kecamatan Pekalongan Utara.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan  bahwa pada bulan Agustus mendatang, Pemerintah Pusat akan mengucurkan dana sebesar Rp 35 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan dalam pembangunan tanggul melintang. Sementara Pemkab Pekalongan menurunkan dana pendamping pembebasan sebesar Rp 5 miliar.

“Untuk itu saya minta kepada warga yang terdampak pembangunan tanggul melintang untuk bisa segera diurus, hubungi kepala desanya agar proses pembebasan lahan ini cepat dilakukan,” ungkap  bupati.

Bupati juga mengatakan, pembangunan tanggul melintang sepanjang 8,3 kilometer, membutuhkan waktu hampir dua tahun. Ditarget selesai tahun 2019 mendatang.

Menurutnya, untuk menyukseskan pembangunan tersebut, warga harus mendukung pembangunan tanggul melintang, agar bencana banir rob tidak lagi terjadi di Kecamatan Tirto, Wonokerto dan Kabupaten Pekalongan secara menyeluruh.

“Untuk itu, dukungan dari seluruh warga Kabupaten Pekalongan sangat kami harapkan demi suksesnya program nasional ini, karena kalau pembangunan tanggul melintang ini selesai, kami meyakini banjir rob tidak akan terjadi lagi di Kabupaten pekalongan,” kata Bupati Asip optimistis. (thd/zal)