Dampak Abu Merapi, Bandara Ditutup 3 Jam

293
ABU MERAPI: Petugas Bandara Internasional Ahmad Yani menutup pesawat dengan kain untuk menghindari abu vulkanik Gunung Merapi. (kanan) Petugas membagikan masker kepada calon penumpang. (FOTO-FOTO: NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ABU MERAPI: Petugas Bandara Internasional Ahmad Yani menutup pesawat dengan kain untuk menghindari abu vulkanik Gunung Merapi. (kanan) Petugas membagikan masker kepada calon penumpang. (FOTO-FOTO: NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Erupsi Gunung Merapi yang terjadi Jumat (1/6) pukul 08.20 kemarin, menimbulkan hujan abu vulkanik di Kota Semarang dan sekitarnya. Akibatnya, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, ditutup sementara sekitar 3 jam, mulai pukul 15.30 hingga 18.30. Setidaknya ada 15 penerbangan dari dan ke Semarang yang tertunda.

Departemen Head Airport Operasional dan Service Bandara Internasional Ahmad Yani, Agus Sina, menjelaskan, setelah didapati hujan abu vulkanik, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Satker Otoritas Bandara wilayah III dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ditambah pantauan di lapangan. Sehingga diputuskan untuk menutup sementara bandara mulai pukul 15.30-18.30.

Selama penutupan kemarin, di Bandara Ahmad Yani terdapat ada empat pesawat yang tidak diperbolehkan untuk berangkat, yakni pesawat Lion Air LNI 542 Semarang-Banjarmasin, Silk Air SLK 103 Semarang-Singapura, Garuda Indonesia GA 241 Semarang-Jakarta, dan Wing Air Won 1800 Semarang-Surabaya.

“Pesawat yang tidak boleh berangkat sedang dilakukan rekapitulasi dengan pesawat yang terdampak maupun penumpangnya. Saat ini, ada empat pesawat tertahan untuk keberangkatannya. Sehingga kami melakukan manajemen delay untuk menjaga layanan kenyamanan para penumpang yang mengalami delay tersebut,” katanya.

Ditambahkan Agus, secara teknis kalau dipaksakan untuk berangkat, bisa berisiko terjadi kerusakan mesin. Sebab, abu vulkanik terdiri atas butiran, apabila masuk ke mesin, efeknya bisa mati. “Kalau mesin mati, akibatnya fatal. Karena itu, untuk menghindari hal tersebut, pesawat dilarang untuk berangkat,” paparnya.

Untuk menghindari abu vulkanik masuk mesin, kemarin badan dan mesin pesawat yang terparkir di bandara ditutup dengan kain. Selain itu, petugas juga membagikan masker kepada para calon penumpang.

Prakirawan BMKG Bandara Ahmad Yani, Gempita Icky, mengatakan, abu vulkanik dari merapi terbawa angin ke arah utara. Sehingga wilayah Semarang terkena dampaknya. “Kami terus melakukan pemantauan.  Karena arah angin sudah beralih lagi ke selatan, berarti sudah tidak ada lagi abu yang menuju ke Semarang,” katanya.

Setelah dinyatakan aman, tadi malam bandara kembali dibuka. Dan, sekitar pukul 20.04 pesawat yang kali pertama melakukan take off di Bandara Ahmad Yani adalah Silk Air 103 tujuan Singapura. (hid/aro)