Bank Indonesia. BI Tambah Stok Uang Tunai

Sambut Lebaran dan Menghadapi Pilkada

544
PENUKARAN: Warga saat mengantre untuk menukar uang di salah satu mobil kas keliling. (BI TEGAL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENUKARAN: Warga saat mengantre untuk menukar uang di salah satu mobil kas keliling. (BI TEGAL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN  – Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat karesidenan Pekalongan di Lebaran 2018, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tegal, Jawa Tengah menyiapkan stok uang tunai sebesar Rp 5,4 triliun. BI menaikkan stok kurang lebih  25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius memaparkan, peningkatan kebutuhan uang tunai tersebut antara lain dipengaruhi oleh tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan ke pecahan Rp 100.000, kebijakan penambahan libur dan cuti bersama, kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara dan Pensiunan serta adanya momen pilkada di wilayah kerja BI Tegal.

Lebih lanjut Joni menjelaskan, bagi warga yang membutuhkan penukaran uang pecahan kecil untuk keperluan Lebaran, bisa langsung mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ada di seluruh Eks Karesidenan Pekalongan, mulai dari Kabupaten Brebes, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kajen dan Batang.

“Masyarakat tidak perlu panik untuk mendapatkan uang pecahan bagi kebutuhan Idul Fitri 1439 H, karena Bank Indonesia menyediakan dalam jumlah pecahan yang cukup dan kondisi layak edar. Masyarakat dapat melakukan penukaran uang kecil yang diselenggarakan oleh Bank Umum dan BPR,” imbuhnya.

Sementara Bank Indonesia hanya melayani penukaran uang kecil kepada masyarakat melalui layanan kas mobil keliling dan melayani penukaran uang yang sudah tidak layak edar yaitu uang yang ditarik dari peredaran, rusak, lusuh dan terbakar.

Terutama untuk mengantisipasi kebiasaan warga menukar uang baru menjelang lebaran. Khusus untuk Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang mendapat jatah masing-masing Rp 500 miliar. Jumlahnya merupakan gabungan uang rupiah pecahan kertas dan logam. Masyarakat dapat menukarkan uang pecahan baru di antaranya Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000.

“BI Tegal dan perbankan juga akan mengatur supaya masyarakat tidak melakukan penukaran melebihi kebutuhan. Sehingga kami beri batas maksimal penukaran Rp 3,7 juta,” tambah Joni Marsius.

Hal itu dilakukan supaya masyarakat dapat memperoleh pecahan yang merata dan menghindari pecahan dikuasai beberapa orang. Untuk penukaran masyarakat dapat melakukan penukaran uang kecil saat ini di bank umum dan BPR. (han/bas)