Anggota TNI Dikeroyok Pemuda

624
PAKAI GIPS: Tangan kanan Pratu Sistiyar mengenakan gips. Tulang bahu kananya bergeser setelah dihajar pakai kayu balok. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)
PAKAI GIPS: Tangan kanan Pratu Sistiyar mengenakan gips. Tulang bahu kananya bergeser setelah dihajar pakai kayu balok. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Anggota TNI bernama Pratu Sistiyar harus dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno karena tulang bahunya geser. Sistiyar dan empat rekannya yang sedang njagong di depan rumah tetangganya tiba-tiba dikeroyok puluhan pemuda tak dikenal.

Kemarin, Sistiyar sudah bisa duduk di atas tempat tidur Ruang Ortophedi RSUD dr. R. Soetrasno. Sakitnya sedikit berkurang. Tak seperti Kamis (31/5) dini hari. Dia tak bisa tidur karena menahan rasa sakit di bahu.

Tangan kanannya dipasang gips. Beberapa luka ringan di kepalanya mulai mengering. Kepala kanannya juga ada bekas jahitan. Ada sekitar tiga jahitan di kepalanya.

Sambil duduk di atas tempat tidur, pria berusia 24 tahun ini menceritakan awal mula dirinya dikeroyok. Kamis (31/5) sekitar pukul 01.30 dini hari, Sistiyar dan empat rekannya ngobrol di depan rumah tetangganya di Dukuh Blandok, Desa Plawangan, Kragan.

Kemudian ada sekelompok orang mendatangi mereka. Lalu menanyakan keberadaan seseorang. Sistiyar dan rekannya menjawab tidak ada. Kemudian menyarankan agar mencari ke arah timur.

Orang-orang itu ke arah timur. Lalu, kembali lagi menyambangi Sistiyar dan rekan-rekannya. Dengan jumlah orang lebih banyak. Sekitar 20 orang. Salah satu di antaranya melemparkan botol miras ke arah Sistiyar dan mengenai matanya.

Sistiyar lalu menanyakan apa maksud pelemparan tersebut. Namun, dia dan empat rekannya langsung dikeroyok. Bahu kanannya dipukul dengan kayu balok. Entah berapa kali. Dia lupa jumlah orang yang memukulnya.

Yang jelas, puluhan orang itu bersenjata. Ada yang bawa kayu balok, botol miras, dan batu. Sistiyar dan rekan-rekannya sempat melawan. Karena kalah jumlah dan tangan kosong, Sistiyar dan rekan-rekannya terluka. ”Mereka (gerombolan orang, Red) kondisinya mabuk semua,” ungkap Sistiyar kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Beruntung, rekan-rekan Sistiyar hanya mengalami luka memar dan lecet. Sehingga tak perlu dirawat inap. Dia mengaku belum mengetahui tindakan seperti apa yang dilakukan dokter untuk mengatasi tulang bahunya yang bergeser. Apakah harus dioperasi atau tidak.

Sistiyar sendiri, merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Yonif Lintas Udara (Linud) 328 Kostra Cilodong, Depok, Jawa Barat. Dia tak mengetahui apa yang menyulut para pemuda itu menyerangnya.

Karena Sistiyar baru di rumah dua hari. Dia mengambil cuti sebelum ditugaskan ke Papua. Rencananya, dia berangkat tugas ke Papua pada Oktober 2018 mendatang. ”Saya tidak tahu masalahnya apa. Sebab, saya baru dua hari di rumah. Biasanya pulang setahun sekali,” jelasnya.

Kapolsek Kragan AKP Mansur menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi. Hingga kemarin siang belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka. ”Kami masih kejar terduga pelakunya,” jelasnya. (lid/lin/jpg/ton)