Targetkan 10 Ribu Peserta

Bank Jateng Borobudur Marathon 2018

1335
LAUNCHING : Sekda Provinsi Jateng, Dr Ir Sri Puryono KS MP, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Prof Mulyana, dan Dirut Bank Jateng, Supriyatno saat Launching Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 di Hard Rock Cafe Pacific Place, Kamis (31/5). (ISTIMEWA)
LAUNCHING : Sekda Provinsi Jateng, Dr Ir Sri Puryono KS MP, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Prof Mulyana, dan Dirut Bank Jateng, Supriyatno saat Launching Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 di Hard Rock Cafe Pacific Place, Kamis (31/5). (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA-Perhelatan sport tourism bertaraf internasional Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 segera digelar pada 18 November mendatang. Event yang mengusung tema Raising Harmony itu menargetkan 10 ribu peserta, baik pelari Indonesia maupun mancanegara, untuk beradu lari di Kompleks Taman Lumbini, Borobudur.

Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo menjelaskan, tema tersebut dipilih sebagai wujud memupuk semangat kebersamaan antara pelari dan masyarakat Jawa Tengah.

Ditambahkan, meski pendaftaran peserta secara reguler baru akan dibuka pada 8 Juni, namun tercatat 5.900 peserta sudah mendaftarkan diri melalui berbagai kanal. Fakta tersebut sekaligus menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap lomba lari yang diselenggarakan untuk kali ketiga itu semakin tinggi.

“Sampai sekarang registrasi yang targetnya 10 ribu itu, yang sudah terdaftar dari berbagai kanal sebanyak 5.900 peserta. Sementara pendaftaran reguler untuk peserta akan kami buka 8 Juni 2018,” terangnya saat konferensi pers Launching Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 di Hard Rock Cafe Pacific Place, Kamis (31/5).

Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti event sport tourism itu dibenarkan oleh Fayola, pelari Bank Jateng Borobudur Marathon 2017. Menurutnya, penyelenggaraan event yang dinobatkan sebagai Favorite Marathon 2017 oleh Indo Runners begitu teratur. Apalagi dengan keramahan masyarakat Magelang yang membuat para pelari terkesan. Bahkan, Globerrotes, komunitas lari marathon dunia yang diikuti Fayola memilih Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 sebagai ajang reuni bagi rekan-rekan komunitasnya.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Prof Mulyana menuturkan, Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 dapat menjadi branding nasional, bahkan internasional. Terlebih, sport tourism event itu selaras dengan target 20 juta wisatawan mancanegara yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Borobudur Marathon ini sudah menjadi branding nasional dan internasional. Sebagai sport tourism, ini adalah kekuatan besar karena pemerintahan Bapak Joko Widodo itu targetnya 20 juta wisatawan mancanegara bisa datang ke Indonesia dan salah satu yang menjadi idola sport tourism adalah Borobudur Marathon,” tuturnya.

Senada dengan Mulyana, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP berharap Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 sebagai sport tourism event dapat memberikan kesempatan bagi pelari Indonesia maupun mancanegara untuk menikmati budaya lokal. Mereka akan disuguhi dengan kuliner dan suvenir khas serta keramahan warga Magelang.

“Harapan kami, para runner bukan datang berlari untuk mendapatkan hadiah, tetapi mereka bisa menikmati budaya Jawa Tengah, khususnya di sekitar Borobudur. Termasuk kesenian dan makanannya serta budaya lokal lainnya. Multiplier effect-nya pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan. UMKM akan tumbuh, handicraft dan kuliner akan laris,” harapnya.

Sri Puryono bahkan mendengar penginapan di sekitar lokasi event Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 sudah mulai habis, meski penyelenggaraannya masih 171 hari lagi. “Saya dengar penginapan di sekitar lokasi sudah mulai habis. Kami akan memanfaatkan rumah-rumah masyarakat untuk dikemas seperti penginapan,” jelasnya.

Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng, Supriyatno mengatakan bahwa semangat warga Magelang menyambut Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 sudah mulai terasa. Banyak di antara mereka yang antusias menanyakan bagaimana agar mereka bisa menjajakan dagangan saat event berlangsung.

“Saya rasa grengseng atau kehangatan event Borobudur Marathon semakin terasa. Ini ikon baru dan ekonomi akan bangkit. Bahkan banyak yang bertanya bagaimana kami bisa mendapatkan tempat untuk berjualan (saat event berlangsung). Bakul klethikan sudah menunggu event ini,” ujarnya sembari tersenyum.

Sebagai informasi, terdapat beberapa kategori lomba lari yang dapat diikuti oleh peserta, yaitu Full Marathon (42K) OpenFull Marathon (42K) Nasional, Half Marathon (21K) Open, Half Marathon (21K) Nasional, 10K Open, dan 10K Nasional. Masing-masing kategori lomba mempersyaratkan batasan usia peserta.

Untuk kategori 42K, peserta harus berusia minimal 18 tahun, sedangkan kategori 21K peserta harus berusia minimal 16 tahun. Sementara itu, kategori 10K mempersyaratkan usia peserta minimal 14 tahun dan kategori 42K Nasional Master 40+ untuk peserta yang sudah berumur 40 tahun atau lebih pada 31 Desember 2017. Peserta akan memperebutkan hadiah dengan total Rp 2,8 miliar. Selain itu, selebritas kakak-beradik, Sigi Wimala dan Agni Pratistha didapuk sebagai brand ambassador Bank Jateng Borobudur Marathon 2018. (*/kom/ida)