Stok Kepokmas Aman Hingga Lebaran

260
SIDAK: Wali Kota Yuliyanto menanyakan langsung harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) kepada para pedagang di pasaraya I Salatiga. (ISTIMEWA)
SIDAK: Wali Kota Yuliyanto menanyakan langsung harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) kepada para pedagang di pasaraya I Salatiga. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Salatiga relatif stabil. Meski dilapangan ada kenaikan harga, namun masih dalam batas yang wajar. Hal tersebut diketahui dari pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto di Pasar Raya I Salatiga, kemarin.

“Dari pantauan harga hari ini (kemarin, red), harga kebutuhan pokok seperti daging, telur dan sebagainya di Kota Salatiga ini relatif stabil. Hanya ada beberapa kenaikan di harga daging ayam yang berada di kisaran Rp 33.000 dan daging sapi berada di kisaran di Rp 100.000 per kilogram. Jadi bisa dikatakan masih stabil dan aman. Mudah-mudahan stabil terus sampai lebaran,” kata wali kota menjawab pertanyaan awak media.

Wali kota menjelaskan bahwa untuk stok pangan seperti beras untuk dua bulan ke depan masih aman terkendali. “Stok pangan aman dan harga pun masih terkendali. Jika ada pedagang yang menaikkan harga secara sepihak, tentu saja mekanisme pasar yang akan berperan. Jika mahal sendiri tentu saja tidak akan laku,” ungkap wali kota.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Adhiyantara di sela peninjauan. “Secara umum harga kebutuhan pokok masih stabil dan stoknya pun terpenuhi sampai dengan beberapa bulan mendatang. Sedangkan untuk cabai teropong dan bawang merah ada sedikit kenaikan karena permintaan yang meningkat, namun stoknya pun aman,” urai Adhiyantara.

Ardhiyantara menambahkan bahwa harga cabai teropong naik dari kisaran Rp 30.000 sampai Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram sedangkan bawang merah juga naik dari kisaran Rp 25.000 sampai Rp 28.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. “Kenaikan beberapa komoditas ini sudah terpantau sejak seminggu yang lalu, namun memang masih dalam batas yang wajar,” katanya. (sas/bas)